RUZKA INDONESIA — Postingan kampanye edukasi Lesbian, Guys, Biseksual dan Trasngeder (LGBT) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) ditanggapi Humas UI bukan sebagai pernyataan resmi universitas.
“Kami memahami adanya perhatian publik terhadap konten yang diproduksi oleh salah satu organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Psikologi UI. Perlu kami tegaskan bahwa materi kajian organisasi kemahasiswaan tidak mencerminkan posisi resmi institusi UI,” tegas Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional, Dr. Erwin Agustian Panigoro, M.M dalam siaran pers yang diterima, Jumat (03/07/2026).
Ia mengutarakan, UI sebagai perguruan tinggi negeri, berkomitmen penuh pada Pancasila, nilai-nilai kebangsaan, dan kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perlu diluruskan bahwa rujukan yang dikutip dalam konten merupakan literatur ilmu psikologi mengenai klasifikasi kesehatan mental, yang berada pada ranah akademik. Inti kajian tersebut
adalah penolakan terhadap kekerasan dan persekusi terhadap sesama warga kampus,” jelas Erwin.
Menurut Erwin, rujukan akademik atas literatur keilmuan berbeda secara mendasar dari kampanye atau penyebaran gaya hidup.
“UI tidak menyelenggarakan, tidak memfasilitasi, dan tidak mendukung kampanye penyebaran gaya hidup apa pun,” ungkapnya.
Terlepas dari perbedaan pandangan yang ada, lanjut Erwin, UI menjamin keamanan seluruh warga kampus dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, ancaman persekusi, maupun penyebaran data pribadi tanpa izin (doxing).
“Perlindungan ini berlaku bagi semuaโtanpa terkecuali. UI akan terus memperkuat mekanisme koordinasi atas materi komunikasi yang menggunakan identitas kelembagaan. UI juga mengajak seluruh pihak untuk menyikapi setiap informasi secara utuh, proporsional, dan berdasarkan fakta, serta bersama-sama menjaga iklim akademik yang aman,” pungkasnya. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com






Komentar