Ekonomi Nasional
Beranda » Berita » Yayasan DT Peduli Gelontorkan Rp 973 Juta untuk Pemberdayaan Ekspor Ubi dan Bangun Asrama Tahfiz Kampoong Ecopreneur

Yayasan DT Peduli Gelontorkan Rp 973 Juta untuk Pemberdayaan Ekspor Ubi dan Bangun Asrama Tahfiz Kampoong Ecopreneur

Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini menandatangani kerjasama dengan bersama Executive Director DT Peduli Jajang Nurjaman. Dalam kesempatan itu DT menyerahkan bantuan senilai Rp 973 juta untuk pemberdayaan ekspor ubi dari petani Leuwisadeng dan pembangunan asrama santri-santri penghafal Qur’an di Kampoong Ecopreneur, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Kabar). (Foto: Dok Yayasan DT Peduli)

RUZKA INDONESIA — Yayasan DT Peduli menyerahkan bantuan senilai Rp 973 juta untuk mendukung program ekspor ubi petani Leuwisadeng dan pembangunan asrama santri di Kampoong Ecopreneur, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Executive Director DT Peduli Jajang Nurjaman dan pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, Kamis (02/07/2026).

Kerja sama ini mencakup pembangunan asrama tahfiz Al-Qur’an sekaligus program pemberdayaan ekonomi bagi warga sekitar. Asrama tersebut ditargetkan mulai beroperasi sebagai pusat pendidikan pada November 2026.

“Cita-cita besar yang diusung Kampoong Ecopreneur adalah mewujudkan konsep “One Family One Ecopreneur” — yakni satu keluarga memiliki satu entrepreneur berbasis ekologi,” kata Jamil Azzaini dalam siaran pers yang diterima, Jumat (03/07/2026).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan DT Peduli M. Bascharul Asana, Director of Impact & Civilization DT Peduli Fahrizal Amir, Head of Division Impact & Civilization Dede Sugih Hartono, serta sejumlah pengurus dari kedua lembaga.

Jahira Dorong Jahe Merah Indonesia Naik Kelas dari Laboratorium ke Industri

Jamil Azzaini menambahkan, Kampoong Ecopreneur telah menerima amanah pengelolaan lahan seluas 1,7 hektare di Leuwisadeng pada awal Desember 2025.

Sejak itu, kawasan tersebut disiapkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus pendidikan berbasis nilai spiritual dan kewirausahaan.

Saat ini progress pembangunan asrama santri sudah berjalan. Bangunan aula sementara untuk pertemuan dan pendidikan juga sudah berdiri.

“Bantuan dari DT Peduli ini akan membuat program pemberdayaan masyarakat dan pembelajaran santri segera berjalan,” katanya.

Budi Daya Ubi Ungu

Salah satu program pemberdayaan yang tengah digarap adalah budi daya ubi ungu bersama petani lokal Leuwisadeng. Hasil panen ubi masyarakat akan ditampung Kampoong Ecopreneur dan rencananya akan diekspor ke pasar Singapura dan Malaysia.

Jejak Sejarah Sungai Citangkurak Majalengka, Pernah Jadi Sumber Kehidupan hingga Kini Kian Menyempit

“Melalui program ini, kami berharap Leuwisadeng ke depan dikenal sebagai salah satu sentra ekspor ubi ungu,” terang Jamil.

Ia menyebut kolaborasi dengan DT Peduli sebagai langkah bersama untuk memberdayakan masyarakat yang peduli lingkungan sekaligus membangun kesejahteraan material dan spiritual warga.

Dalam sambutannya, Executive Director DT Peduli Jajang Nurjaman menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari ikhtiar melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang juga memiliki kemapanan ekonomi.

Ia berharap program pemberdayaan yang akan berjalan di Kampoong Ecopreneur dapat memperkuat kesejahteraan warga Leuwisadeng, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam program ini.

“Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain,” tegas Jajang.

Kampanye Edukasi LGBT BEM Psikologi UI, Humas UI: Itu Kajian Internal Organisasi Mahasiswa Bukan Pernyataan Resmi Universitas

Senada dengan itu, Director of Impact & Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir menegaskan bahwa kerjasama ini diharapkan melahirkan memberdayakan masyarakat dan kelak melahirkan santri-santri yang nantinya tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibekali keterampilan bisnis agar dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Dengan penandatanganan kerja sama ini, DT Peduli dan Kampoong Ecopreneur berharap Leuwisadeng dapat bertransformasi menjadi kawasan percontohan pemberdayaan berbasis pendidikan Qur’ani dan ekonomi komunitas.

Lembaga Berbasis Komunitas

Kampoong Ecopreneur adalah lembaga berbasis komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bogor.

Kampoong Ecopreneur akan bergerak di tiga bidang utama yakni pertama, Kampoong Spiritual yang akan melahirkan santri-santri hafal Al Qur’an, peduli lingkungan, dan jadi entrepreneur.

Selain itu juga ada kedua, Kampoong Hening yang bergerak di bidang kesehatan mental atau wellness berbasis alam, dan ketiga, Kampoong Niaga. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Ekonomi Jakarta Moncer, Disokong Stabilnya Inflasi dan Terjaganya Aktivitas Perdagangan

06

Sekolah dan Upaya Membumikan Gapura Pancawaluya di SMAN 1 Cikijing

07

Galeri Indonesia Kaya, Gelar Konser Kidung Natal Indonesia, Semangat Inklusivitas Berjalan Beriringan dalam Harmoni Musik Keroncong

Sorotan






Kolom