RUZKA INDONESIA — Pertandingan antara Iran dan Mesir berakhir imbang 1-1 pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Seattle, Amerika Serikat (AS).
Seharusnya Iran menang. gol kemenangan Iran dianulir wasit VAR pada masa injury time (menit 90+2) karena dianggap offside.
Banyak penikmat sepakbola merasa kecewa dan menganggap keputusan tersebut tidak adil karena sekilas masih terlihat ada satu pemain bertahan Mesir di dekat gawang.
Dengan hasil imbang tersebut, Mesir lolos ke putaran berikutnya, sedangkan Iran yang belum terkalahkan dengan hasil 3 kali seri, harus menunggu kepastian lolos dari peringkat ketiga terbaik.
Menyoal gol yang dianulir wasit VAR bahwa, seorang pemain dinyatakan offside jika berada lebih dekat ke garis gawang lawan daripada bola dan pemain lawan kedua terakhir.
Dalam situasi normal, dua pemain terakhir adalah kiper dan satu bek. Namun pada momen gol Shojae Khalilzadeh tersebut, kiper Mesir Mohamed El Shobeir sudah maju jauh meninggalkan areanya.
Saat bola diumpan, otomatis hanya ada satu pemain bertahan Mesir yang berdiri paling dekat dengan garis gawang. Karena tidak ada “pemain lawan kedua terakhir” yang membatasi posisi bek Iran tersebut, VAR secara akurat membatalkan gol karena posisi offside.
Iran Tak Diharapkan Lolos
Sepetinya ada skenario, Iran tak boleh lolos dalam babak penyisihan.
Sejak awal keberadaan Iran dipersulit. Tim Iran tidak boleh bermarkas di AS, tapi di Meksiko, padahal dalam babak penyisihan, Iran bermain di Los Angeles, dan Seatle AS.
Tim Iran hanya diperbolehkan H-1 pertandingan berada di AS. Usai pertandingan, para pemain Iran harus segera angkat kaki dari AS.
Kapten Iran Mehdi Taremi sempat melontarkan kritik keras terkait regulasi visa ketat di AS yang mengganggu pemulihan fisik.
Timnas Iran tergabung di Grup G pada putaran final Piala Dunia 2026 bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah






Komentar