RUZKAINDONESIA.ID; BANJARNEGARA โ Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan peran perempuan di era digital. Melalui program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0, ratusan perempuan pelaku usaha mikro di Banjarnegara didorong untuk naik kelas lewat pemanfaatan teknologi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Inggris di Jakarta melalui Digital Access Programme (DAP), BRI Research Institute, serta Pusat Inkubator Bisnis LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kegiatan peluncuran berlangsung di Kecamatan Batur pada 21 April 2026, kemudian berlanjut di Purbalingga dan ditutup di PLUT Banjarnegara pada 25 April 2026.
Sebanyak 150 perempuan pelaku UMKM dari Banjarnegara, Batur, dan Purbalingga menjadi peserta tahap awal program ini. Mereka mendapatkan pelatihan keterampilan digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperluas akses pasar.
Tak hanya itu, sebanyak 30 peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti pendampingan lanjutan sebagai mentor komunitas. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menularkan ilmu digital kepada pelaku usaha lainnya di daerah masing-masing.

Perwakilan Kedutaan Besar Inggris, Rita Damayanti, mengatakan bahwa transformasi digital UMKM di Indonesia masih menghadapi tantangan. Ia menyebut tingkat digitalisasi UMKM nasional masih berada di angka moderat.
โBanyak pelaku usaha sudah mulai go online, tetapi optimalisasi ekosistem digital seperti pemasaran, keuangan, hingga operasional masih perlu diperkuat,โ ujar Rita dalam siaran persnya, Senin (27/4/2026).
Dalam program DEWY 3.0, peserta dibekali keterampilan praktis seperti pengelolaan keuangan digital, penggunaan sistem Point of Sales (POS), hingga strategi pemasaran berbasis e-commerce dan media sosial. Mereka juga diminta melakukan self-assessment melalui platform PerempuanCerdasDigital.id guna mengukur kesiapan digital usaha masing-masing.
Menariknya, program ini tidak hanya fokus pada penguatan bisnis. Aspek perlindungan perempuan juga menjadi perhatian utama, melalui edukasi tentang pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan di lingkungan usaha.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Banjarnegara, Drs. Adi Cahyono Purwo Saputro, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat daya saing UMKM daerah.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, DEWY 3.0 juga mendorong pembentukan โDigital Cornerโ, yakni ruang belajar bersama bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan kemampuan digital mereka secara berkelanjutan.
Dengan peluncuran yang bertepatan dengan Hari Kartini, program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak perempuan tangguh yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman.
(Siaran Pers LPPM Unsoed)
Editor: Endro Yuwanto




















Komentar