RUZKA INDONESIA — Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump ditembaki seorang pelaku saat jamuan makan malam dengan para wartawan Gedung Putih di Hotel Washington Hilton, Sabtu (25/04/2026) malam waktu setempat.
Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengonfirmasi seorang tersangka ditahan.
“Satuan Tanggap Ibu Kota Nasional dari Kantor FBI Wilayah Washington telah menangani insiden penembakan di Washington Hilton, Washington, D.C. Pelaku telah diamankan,” sebut keterangan FBI.
Tersangka, menurut kepolisian, merupakan tamu hotel. Tersangka pelaku penembakan dilaporkan berlari ke ruang transisi yang menghubungkan hotel dengan ballroom.
Ia berupaya menerobos para petugas keamanan dan pos pemeriksaan yang dilengkapi detektor logam, pada Sabtu (25/04/2026) pukul 20.35 waktu setempat atau Ahad (26/04/2026) pukul 07.35 WIB.
Koresponden BBC di Amerika Utara, Gary O’Donoghue, merupakan salah satu wartawan yang menghadiri acara makan malam tersebut.
Menurut, sekitar pukul 20:35 waktu setempat, dari pintu-pintu utama ballroom terdengar suara-suara dentuman dari arah tersebut. Tidak jelas suara apa itu, tetapi bunyinya mirip tembakan otomatis.
Daniel Bush, koresponden BBC yang juga berada di lokasi jamuan makan malam, menuturkan terjadi kebingungan luas di dalam ballroom.
Para tamu berlindung di bawah meja ketika suara yang terdengar seperti tembakan terdengar di dekat ballroom.
Presiden AS, Donald Trump, dan para pejabat lainnya, termasuk Direktur FBI Kash Patel, segera dievakuasi dari Washington Hilton.
Dentuman keras terdengar, lalu sejumlah anggota Dinas Rahasia mengawal presiden keluar dari lokasi sambil berteriak, “tiarap, tiarap”.
Stephen Miller, penasihat utama Trump, terlihat dikawal keluar dari kerumunan dan meninggalkan lokasi.
Sebagian besar tamu lainnya awalnya berjongkok saat kekacauan terjadi, tetapi tetap berada di dalam gedung setelah presiden dievakuasi.
Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk Washington, mengatakan tersangka menghadapi dua dakwaan terkait penggunaan senjata api dalam tindak kejahatan kekerasan serta penyerangan terhadap petugas federal dengan menggunakan senjata berbahaya.
Pirro mengatakan tersangka akan menjalani sidang pembacaan dakwaan di pengadilan federal pada Senin (27/04/2026).
Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, mengatakan tersangka saat ini berada di rumah sakit.
Trump menyebut tersangka, yang kini telah ditahan, sebagai “orang yang sangat sakit”.
“Kami tidak ingin hal-hal seperti ini terjadi,” katanya.
Trump mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara acara yang “melakukan pekerjaan yang bagus dengan sebuah malam yang indah” yang berfokus pada kebebasan berbicara dan Konstitusi.
Acara tersebut akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan, katanya, seraya menambahkan bahwa acara itu akan “lebih besar, lebih baik, dan bahkan lebih bagus”.
Trump juga berterima kasih kepada media, yang menurutnya bersikap “sangat bertanggung jawab” dalam meliput situasi tersebut.
Tersangka pelaku penembakan bernama Cole Tomas Allen, 31, warga Torrance, California, sebagaimana dilaporkan media-media AS.
Jeffrey Carol, kepala sementara Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC, mengatakan tersangka merupakan tamu hotel, tempat jamuan makan malam berlangsung.
Kamar hotel tersangka kini sedang diselidiki, kata Caroll.
Menurutnya, tersangka memiliki beberapa senjata.
“Ia bersenjata dengan senapan shotgun, sebuah pistol, dan beberapa pisau,” katanya.
Ia mengaku pihaknya belum mengetahui motif tersangka pelaku. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com



















Komentar