RUZKA INDONESIA — Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Depok.
Adapun kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan obat dan makanan selama Ramadhan dengan mengunjungi Pasar Depok Jaya, Rabu (11/03/2026).
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah serta perangkat daerah terkait, seperti Badan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bogor, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihyatul Wafiroh mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan makanan yang dijual kepada masyarakat selama Ramadhan aman untuk dikonsumsi.
โKami sangat konsen terhadap keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat khususnya pada Ramadhan ini. Kami ingin memastikan masyarakat mengonsumsi makanan yang sehat, aman, serta tidak terkontaminasi bahan kimia atau bahan yang tidak seharusnya dikonsumsi,โ ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut Nihyahtul juga membeli sejumlah makanan yang dijual pedagang di Pasar Depok Jaya, diantaranya kerupuk, tahu, otak-otak, bakso, tempe, hingga teri.
Makanan yang telah dibeli tersebut langsung dilakukan pemeriksaan laboratorium ditempat.
“Sampel makanan ini kemudian diperiksa menggunakan mobil laboratorium milik BPOM untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara melalui mobil laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sekitar 80 persen sampel makanan yang dibeli dan diuji dinyatakan negatif dari bahan berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Adapun beberapa makanan yang dilakukan uji sampel diantaranya kerupuk, tahu, otak-otak, bakso, tempe, hingga teri.
Dia mengatakan, hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar makanan yang dijual di Pasar Depok Jaya aman untuk dikonsumsi masyarakat.
โAlhamdulillah, dari pengecekan yang sudah dilakukan, sekitar 80 persen sampel sudah diperiksa dan hasilnya aman dari bahan-bahan berbahaya untuk dikonsumsi,โ ucap Nihayatul.
Dia menambahkan, hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pasar-pasar lainnya agar terus menjaga kualitas serta keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat.
Dalam hal ini, Nihayatul menekankan kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir berbelanja kebutuhan pangan di Pasar Depok Jaya.
Karena, dari hasil pengecekan yang dilakukan, bahan makanan yang dijual dinyatakan aman.
“Makanan yang dijual aman, masyarakat dapat mengonsumsi makanan ini dengan aman,” terangnya.
Namun demikian, dia menegaskan, pengawasan terhadap keamanan pangan harus terus dilakukan secara rutin oleh pemerintah bersama instansi terkait.
Pengambilan sampel makanan secara acak dan pemeriksaan di laboratorium BPOM perlu terus dilakukan.
Sehingga, makanan yang beredar di masyarakat dipastikan bebas dari bahan berbahaya.
โPemerintah harus rutin melakukan sampling makanan dan memeriksanya di laboratorium BPOM secara acak, tidak hanya saat Ramadan agar masyarakat terus aman mengonsumsi makanan ini,โ pungkas Nihayatul.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengucapkan terima kasih atas kunjungan Komisi IX DPR RI untuk melakukan pengawasan makanan di Pasar Depok Jaya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, sebelumnya, beberapa kali telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar bersama BPOM untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pengawasan pangan secara berkala sebagai langkah dalam memastikan keamanan pangan masyarakat tetap terjamin. Terutama dari potensi kontaminasi bahan berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan,” pungkasnya. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar