RUZKA INDONESIA —Wartawan Depok mengaji bersama dalam kegiatan “Wartawan Mengaji” yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Jawa Barat pada Ramadan 1447 Hijriah. Di tengah ritme deadline dan liputan berita yang padat, kegiatan ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi para jurnalis.
Langit Ramadan selalu memiliki cara sendiri untuk memanggil manusia pulang—pulang kepada sunyi, pulang kepada ayat-ayat suci yang sejak dulu menenangkan hati. Bagi para wartawan yang sehari-hari hidup dalam ritme deadline dan berita cepat, panggilan itu akan hadir dalam sebuah kegiatan sederhana: mengaji bersama.
Di tengah rutinitas wartawan mengejar waktu, memburu fakta, dan menuliskan berbagai peristiwa untuk publik, ada satu hari di bulan Ramadan yang akan berjalan dengan irama berbeda. Siang itu, Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, akan dipenuhi lantunan ayat suci dalam kegiatan bertajuk “Wartawan Mengaji.”
Di atas hamparan karpet, mushaf Al-Qur’an akan terbuka di tangan para wartawan. Di antara kamera, ponsel, dan kartu pers yang biasa menemani liputan, siang itu yang terdengar bukan bunyi notifikasi berita, melainkan lantunan ayat suci yang dibaca perlahan dan khusyuk.
Kegiatan tersebut akan digelar pada Jumat, 13 Maret 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB di Sekretariat PWI Kota Depok, Jalan Melati Raya No. 3, Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.
Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah yang diinisiasi PWI Kota Depok sebagai ruang spiritual bagi insan pers di tengah kesibukan menjalankan tugas jurnalistik.

sebagai ruang refleksi spiritual bagi wartawan di tengah kesibukan liputan dan deadline berita. (Ilustrasi: RUZKA INDONESIA)
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, mengatakan program Wartawan Mengaji digelar sebagai momentum untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan di kalangan wartawan.
“Melalui program Wartawan Mengaji ini kami ingin mengajak para wartawan meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an dan menjadikan Ramadan sebagai ruang refleksi di tengah rutinitas jurnalistik,” ujar Rusdy.
Menurutnya, profesi wartawan yang setiap hari menyampaikan informasi kepada masyarakat juga membutuhkan ruang refleksi agar nilai kejujuran dan amanah tetap terjaga.
“Wartawan setiap hari menulis berita dan menyampaikan informasi kepada publik. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menenangkan diri, mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, serta mengingat kembali nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam profesi jurnalistik,” kata Rusdy.
Dalam kegiatan tersebut, para wartawan akan mengikuti tadarus Al-Qur’an dengan target setiap peserta membaca minimal satu juz. Dengan demikian, panitia berharap dapat melaksanakan khataman Al-Qur’an secara bersama-sama.
Selain tadarus dan khataman Al-Qur’an, program Ramadan ini juga akan diisi dengan santunan bagi anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Panitia juga menyiapkan bingkisan Idul Fitri bagi wartawan sebagai bentuk kebersamaan dan solidaritas insan pers di Kota Depok. Rusdy berharap agenda spiritual tersebut dapat terus menjadi tradisi tahunan di lingkungan PWI Kota Depok.
Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, kemudian salat Magrib berjamaah, serta dilanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini sudah menjadi tradisi baik bagi wartawan. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan meliput berbagai peristiwa, wartawan juga perlu menjaga kedekatan spiritual dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Kegiatan Wartawan Mengaji yang digagas PWI Kota Depok ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Karabha Digdaya, Shila at Sawangan, PLN, Bank BJB, Tirta Asasta Depok, Kokola, Dompet Dhuafa, Indosat, ITC Depok, Toko Daging Nusantara, Bonte Holistik, Evenciio Apartment, serta Citadines Berawa Beach Bali.
Melalui kegiatan ini, para wartawan diharapkan tidak hanya menjalankan peran sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian sosial di tengah momentum Ramadan.
Ramadan menjadi pengingat bahwa di balik hiruk pikuk berita harian, wartawan juga membutuhkan ruang untuk menenangkan hati dan kembali kepada ayat suci Al-Qur’an. (***)
Penulis/Editor: Djoni Satria


Komentar