RUZKA INDONESIA — Peringatan Hari Musik Nasional di Kabupaten Majalengka berlangsung dengan cara yang berbeda. Dalam kegiatan yang digagas Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Majalengka di Gedung Majalengka Creative Center (MCC), Jawa Barat (Jabar), Ahad (08/03/2026), para perupa menghadirkan aksi melukis langsung yang menjadi perhatian pengunjung.
Sejumlah seniman yang tergabung dalam komunitas Perupa Majalengka (PEKA) menampilkan karya lukisan berukuran besar yang menggambarkan sosok Bupati Majalengka, Eman Suherman.
Lukisan tersebut memiliki ukuran sekitar 2 x 1,5 meter dan disusun dari 12 kanvas terpisah yang kemudian membentuk satu potret utuh kepala daerah yang saat ini memimpin Kabupaten Majalengka.
Aksi melukis tersebut dilakukan secara langsung di lokasi acara, sehingga pengunjung dapat menyaksikan proses kreatif para perupa dalam menyusun potret sang bupati. Karya tersebut sekaligus menjadi simbol apresiasi seniman terhadap kepemimpinan daerah.
Salah satu perupa Majalengka, Ade, menjelaskan alasan dipilihnya sosok Bupati Majalengka sebagai objek dalam karya tersebut. Menurutnya, kepala daerah memiliki peran penting dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan seni dan komunitas kreatif di daerah.
โBupati adalah kepala daerah yang memiliki kewenangan dan kebijakan. Harapannya, melalui karya ini pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan komunitas dan kegiatan positif yang dilakukan para pelaku seni di Majalengka,โ ujar Ade.
Ia juga berharap karya tersebut dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan para penggiat seni. Menurutnya, kehadiran kepala daerah dalam ruang-ruang kreatif akan memberikan dampak positif bagi perkembangan seni sekaligus bagi masyarakat.
โKami ingin kepala daerah lebih mengenal para penggiat seni. Mereka hadir bukan sekadar berkarya, tetapi juga ingin ikut membangun daerahnya melalui kreativitas,โ katanya.
Ade menambahkan, melalui karya tersebut para seniman juga ingin menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku seni sangat penting untuk membangun ekosistem kreatif yang sehat.
โDengan saling mengenal, diharapkan muncul kesefahaman dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan para pelaku seni,โ tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komite Ekraf Majalengka, H. Baya, mengatakan bahwa peringatan Hari Musik Nasional yang digelar di MCC memang dirancang sebagai ruang pertemuan berbagai subsektor ekonomi kreatif, tidak hanya musik tetapi juga seni rupa.
Menurutnya, kolaborasi lintas komunitas menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kreatif di Kabupaten Majalengka.
โKami ingin MCC menjadi ruang bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif, mulai dari musisi, perupa, hingga komunitas kreatif lainnya. Momentum Hari Musik Nasional ini menjadi ajang silaturahmi, kolaborasi, sekaligus ruang ekspresi bagi para seniman Majalengka,โ kata H. Baya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara berkelanjutan agar para pelaku seni memiliki ruang untuk berkarya sekaligus berkontribusi bagi kemajuan daerah.
โEkonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan daerah. Karena itu, kolaborasi antara komunitas kreatif dan pemerintah perlu terus diperkuat,โ pungkasnya. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar