Nasional
Beranda » Berita » Menkomdigi Meutya Hafid Layak Di-reshuffle

Menkomdigi Meutya Hafid Layak Di-reshuffle

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA – Beredar rumor Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet pada Februari 2026.

Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga, mencermati kinerja para menteri, memang sudah waktunya Prabowo kembali melakukan reshuffle kabinet. Sebab di antara menteri memang ada yang kinerjanya rendah.

“Salah satunya Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital. Kinerja Meutya dinilai rendah, setidaknya mengacu pada hasil survei Center of Economic and Law Studied (CELIOS) yang memberi nilai minus dua (-2),” sebut Jamil dalam keterangannya kepada RUZKA INDONESIA, Senin (26/01/2026) pagi.

Jamil melihat rendahnya kinerja Meutya tampaknya beralasan. Sebab, kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital selama dipimpin Meutya praktis belum mendukung kebijakan negara atau kabinet. Akibatnya tidak terlihat kontribusi Kementerian Komunikasi dan Digital terhadap program-program kabinet.

“Indikasi itu terlihat dari pemberantasan judi online. Kementerian Komunikasi dan Digital praktis tidak terlihat fungsinya sebagai kementerian yang menangani digital. Indikasi lain terlihat dalam penanganan bencana seperti yang terjadi di Sumatera. Saat bencana sangat memerlukan komunikasi integral secara nasional dengan mengoptimalkan semua jejaring komunikasinya. Namun kontribusi Kementerian Komunikasi dan Digital tidak tampak. Padahal semua sektor dan korban bencana/masyarakat dalam masa krisis memerlukan komunikasi yang intens,” papar Jamil.

Jamiluddin Ritonga: DPR Perlu Tanya ke MK Maksud Putusan Ambang Batas Parlemen

Kementerian Komunikasi dan Digital, lanjutnya, juga tidak memiliki platform pola komunikasi saat kondisi komunikasi yang cenderung anomali antar sektor dan juga antarmasyarakat. Seharusnya Kementerian Komunikasi dan Digital memberi kanal terhadap permasalahan yang sedang terjadi.

“Memang ada komunikasi yang berlangsung, namun hal itu dilakukan oleh masing-masing sektor yang tidak padu. Akibatnya komunikasi berjalan tanpa pola dan tidak terintegrasi,” jelas mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini.

Selain itu, permasalahan teknologi seperti pemanfaatan AI sangat liar dan penuh pemalsuan dan kadang-kadang tidak etis terus terjadi di tengah masyarakat. Kementerian Komunikasi praktis tidak mempunyai pola penanganan dan tindakan dalam penanganan teknologi AI.

“Celakanya, Kementerian Komunikasi dan Digital yang dipimpin Meutya tidak terlihat dalam upaya mengatasi kesemrawutan komunikasi antarsektor dan di antara masyarakat pengguna teknologi. Hal ini membuat peran kementerian ini semakin tak terlihat,” jelasnya.

Jadi, sebutnya, rendahnya kinerja Meutya Hafid kiranya beralasan. “Karena itu, kiranya rasional bila Meutya di-reshuffle diganti sosok lain yang memang kompeten di bidang komunikasi dan digital,” pungkas Jamil. (***)

Kemendagri Pertanyakan Dukungan Anggaran Kepala Daerah Terkait Kegiatan PWI, Wartawan Depok: Senyumin Aja

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom