RUZKA INDONESIA — Renovasi sekolah mencapai Rp28 miliar, tapi sebagian siswa justru harus belajar lesehan bahkan membawa meja lipat sendiri dari rumah.
Inilah yang terjadi di SMPN 3 Depok yang berdiri megah seusai di renovasi. Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Depok.
Dari total 33 rombongan kelas, hanya 17 kelas yang tersedia meja dan kursi. Sementara 16 kelas lainnya terpaksa belajar lesehan menggunakan meja lipat karena keterbatasan fasilitas.
Padahal, sekolah ini baru saja selesai direnovasi dengan anggaran yang tidak sedikit, mencapai Rp28 miliar.
Faktanya, anggaran Rp28 miliar tersebut hanya diperuntukkan untuk pembangunan fisik gedung dan tidak termasuk pengadaan meja serta kursi siswa.
Pihak sekolah menyebut, belajar dengan lesehan dan penggunaan meja lipat merupakan hasil kesepakatan dengan orang tua murid.
Sekolah memberikan dua pilihan. Jika siswa masuk pagi, maka harus bersedia belajar lesehan dan membawa meja lipat sendiri.
Namun jika ingin menggunakan meja dan kursi, siswa harus masuk siang hari karena ruangan dipakai bergantian dengan kelas lain.
Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah dan orang tua masih menunggu adanya pengadaan fasilitas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan normal dengan layak menggunakan meja dan kursi. (***)
Jurnalis: Aris
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar