Ekonomi
Beranda » Berita » Musrembang Kecamatan Tapos 2026, Fokus Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia

Musrembang Kecamatan Tapos 2026, Fokus Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia

Kecamatan Tapos bertekad tingkatkan IPM. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Kecamatan Tapos bertekad tingkatkan IPM. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tapos 2026 yang digelar di Aula Kecamatan Tapos, Kota Depok pada Kamis (20/2/2025) menyoroti upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Berbagai unsur masyarakat hadir untuk merumuskan rencana pembangunan yang lebih inklusif dan berdampak bagi warga.

IPM Kecamatan Tapos saat ini masih berada di peringkat kedua terendah dari 11 kecamatan di Kota Depok.

Oleh karena itu, Musrenbang tahun 2026 difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi guna mendongkrak capaian IPM.

"Saya mengangkat isu tentang masih rendahnya IPM di Kecamatan Tapos. Saat ini kita berada di posisi ke-10 dari 11 kecamatan. Melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, kami berharap bisa meningkatkan peringkat ini agar minimal berada di papan tengah," ujar Camat Tapos, Suhendar dalam keterangan yang diterima, Ahad (23/02/2025).

Baznas Depok: Zakat Fitrah Rp45 Ribu, Potensi Zakat Ramadhan 2026 Capai Rp90 Miliar

Isu strategis yang menjadi fokus, pertama di sektor pendidikan dengan mengusulkan penambahan gedung sekolah negeri baik itu sekolah dasar, menengah, atas/kejuruan dan madrasah.

Kemudian, validasi data pendidikan agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara status pendidikan siswa dengan data kependudukan.

"Program penelusuran anak sekolah untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah, dengan anggaran yang dialokasikan di tingkat RW juga kami tegaskan kembali kepada lurah dan RT-RW," jelas Suhendar.

Kedua, sektor kesehatan dengan mengusulkan pembangunan Puskesmas di wilayah Leuwinanggung dan relokasi Puskesmas Cilangkap agar lebih representatif dalam melayani warga.

Selanjutnya, sektor pemberdayaan ekonomi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan mengembangkan pusat jajanan atau gerai UMKM di setiap kelurahan, seperti yang telah berjalan di wilayah Sukatani.

Jaga Daya Beli Warga, Mendagri Tekankan Pengendalian Harga Pangan untuk Redam Inflasi

"Kami sudah menjajaki kolaborasi dengan sektor swasta, seperti PT Karabha Digdaya dan BRI, dalam program pendampingan UMKM. BRI akan menurunkan mantri UMKM untuk membantu perizinan, pemasaran, dan pengelompokan usaha agar lebih berkembang," ungkap Suhendar.

Ia juga menyoroti isu efisiensi anggaran yang tengah dilakukan oleh pemerintah pusat. Efisiensi ini tidak berdampak pada program-program prioritas, terutama yang berkaitan dengan peningkatan IPM.

"Kami berharap efisiensi anggaran tidak menyentuh sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Justru kalau bisa, anggarannya ditambah agar manfaatnya lebih luas bagi masyarakat," harap Suhendar. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

03

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

04

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

05

Depok Bebas Kabel Udara, Kali Ini Jalan Serua Diterbitkan

06

Awak Media Apresiasi Dedikasi Kepolisian Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Garut

07

Indosat Konektivitaskan ‘Lidah Menari-nari’ Dapoerinduu, Sajikan Brownies Sehat Bercitarasa Cokelat Keju

Sorotan






Kolom