Galeri
Beranda » Berita » Mati Surinya Cerita Anak Indonesia

Mati Surinya Cerita Anak Indonesia

Peluncuran buku Cerita Anak Indonesia yang berlangsung di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM). (Foto: Fanny J Poyk)
Peluncuran buku Cerita Anak Indonesia yang berlangsung di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM). (Foto: Fanny J Poyk)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Perkembangan dari sebuah kemajuan teknologi memiliki banyak konsekuensi, di satu sisi memberikan dampak yang baik bagi majunya sebuah peradaban, sisi lainnya membentuk anomali yang merugikan banyak pihak serta menggiring generasi muda menjadi sosok-sosok individual yang memudarkan ragam balutan rasa cinta kemanusiaan secara psikologis maupun materialistis di berbagai lini.

Salah satu efek yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi itu bila dilihat dari sisi literasi adalah memudarnya nilai-nilai dan rasa cinta pada dunia baca dalam hal ini khususnya cerita anak Indonesia.

Pengaruh gadget atau Handphone yang begitu kuat telah mengurangi minat generasi muda khususnya anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) untuk membaca dalam hal ini buku yang bercerita tentang kisah anak-anak di seluruh Indonesia.

Mengantisipasi hal tersebut, TISI (Taman Inspirasi Sastra Indonesia) mengajak dan menghimbau para penulis serta pemerhati bacaan anak-anak untuk menuliskan cerita anak-anak dari seluruh Indonesia.

Tujuan penulisan ini adalah untuk kembali membangkitkan semangat membaca pada anak-anak di seluruh Indonesia yang dimulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas hingga umum.

22 Januari Iwan Fals, Tanggal Kesetiaan dan Keberkahan

Melalui bacaan cerita anak-anak ini, para penulis yang terlibat di dalamnya berharap agar rasa cinta pada dunia membaca di kalangan generasi muda yang keberadaannya mulai senyap akan kembali tumbuh.

Sebab, semakin memprihatinkannya pengaruh Handhpone atau gadget, telah membuat para anak-anak melupakan hal yang paling hakiki dari kehidupan di dunia ini, yaitu rasa empati terhadap kehidupan kemanusiaan, budaya, melupakan penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar dan masalah psikologis lainnya yang kelak akan menggiring mereka lupa pada akar leluhur budaya serta kisah-kisah yang pernah ada di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Penyimpangan perilaku yang menyangkut norma-norma serta attitude terhadap kehidupan sosial hingga di kehidupan keluarga inti termasuk rasa hormat dan saling tolong-menolong di ranah kemanusiaan, terlihat mulai memudar.

Bersama kumpulan cerita anak-anak yang ditulis oleh seluruh penulis dengan berbagai profesi, kiranya memberikan sinar cerah bagi perkembangan dunia baca di kalangan para anak usia sekolah.

Melalui bacaan ini, diharapkan rasa cinta kepada budaya Indonesia semakin tertanam kuat di benak para siswa yang ada di seluruh Indonesia.

Cinta Sejati Endless Love, Lagu Ikonik yang Tak Pernah Usang

Para penulis memiliki kerinduan tentang pola pemikiran yang terjadi saat ini agar generasi muda bisa beralih kembali ke dunia baca yang diyakini mampu menuntun pola pikir mereka ke arah yang lebih positif, khususnya di dalam mengantisipasi pengaruh negatif dari beragam tayangan yang bisa diakses secara bebas melalui media sosial.

Kisah-kisah yang ditulis di dalam buku kumpulan cerita anak ini, diharapkan menjadi filter dari pengaruh buruk yang mencekoki otak para generasi muda yang bisa diakses secara bebas.

Harapan dari para penulis, adalah reward positif usai para anak Indonesia di usia sekolah dengan membaca ragam kisah yang ada di buku antologi tersebut.

Meski imbas yang diharapkan dapat tercapai masih terlihat samar, namun paling tidak dengan membuat kumpulan cerita anak dari seluruh Indonesia ini bersama TISI telah bergerak untuk memberikan solusi dari kesenjangan yang terjadi saat ini, khususnya dengan pengaruh yang berkompilasi antara baik dan buruk dari kemajuan teknologi.

Kegiatan dengan ditandainya peluncuran buku Cerita Anak Indonesia yang berlangsung di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM) dibuka oleh Kadispusib Daerah Khusus Jakarta Syaefulah Hidayat, melalui kata sambutannya berharap Cerita Anak Indonesia kembali digemari oleh anak-anak dan buku antologi ini bisa masuk ke perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia.

Mahasiswa Mancanegara Menari dan Ngariung di Bakul Budaya

Para Nara sumber Kurnia Effendi, Fanny J Poyk, Octavianus Masheka, Swari Tami dan seluruh penulis yang terlibat di dalamnya, berharap semoga buku antologi cerita anak ini, menjadi jembatan untuk menggugah kembali minat baca di kalangan anak-anak Indonesia. (***)

Penulis: Fanny J Poyk/Penulis/Sastrawati

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

03

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

04

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

05

Depok Bebas Kabel Udara, Kali Ini Jalan Serua Diterbitkan

06

Awak Media Apresiasi Dedikasi Kepolisian Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Garut

07

Indosat Konektivitaskan ‘Lidah Menari-nari’ Dapoerinduu, Sajikan Brownies Sehat Bercitarasa Cokelat Keju

Sorotan






Kolom