Nasional
Beranda ยป Berita ยป Usai Ruang Kelas Jadi Warung Viral, Kabid SD Majalengka Turun Tangan Ungkap Asal-Usulnya

Usai Ruang Kelas Jadi Warung Viral, Kabid SD Majalengka Turun Tangan Ungkap Asal-Usulnya

Kolase Kantor Disdik (atas) Majalengka dan warung SD N Kadipaten II. ( Foto : Dok Eko Widiantoro)
Kolase Kantor Disdik (atas) Majalengka dan warung SD N Kadipaten II. ( Foto : Dok Eko Widiantoro)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) akhirnya turun tangan menyikapi viralnya sebuah ruang kelas di SDN Kadipaten 2 yang berubah fungsi menjadi warung.

Pihak Disdik memanggil kepala sekolah untuk meminta klarifikasi terkait keberadaan ruang tersebut.

Kabid SD Disdik Majalengka, Asep Fajar Aliwardhana mengatakan pemanggilan dilakukan untuk memastikan status ruang yang ramai diperbincangkan publik tersebut.

Ia menyebut, berdasarkan keterangan kepala sekolah, warung itu merupakan peninggalan dimasa kepala sekolah sebelumnya.

โ€œMenurut beliau, dirinya baru menjabat beberapa tahun dan tidak mengetahui status ruang itu karena sudah ada sejak masa kepala sekolah yang lama,โ€ kata Asep saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (18/11/2025).

Dinas PUPR Depok Siapkan Strategi Penanganan Banjir dan Kemacetan

Sudah Lama Terdaftar di Dapodik sebagai Kopsis

Asep menjelaskan, dalam sistem Dapodik, ruang yang kini menjadi warung itu sebenarnya sudah lama terdaftar sebagai Koperasi Siswa (Kopsis).

โ€œSebelum by system seperti sekarang, ruang tersebut sudah masuk Dapodik sebagai Kopsis. Jadi secara data memang tercatat begitu,โ€ ujarnya.

Baca juga: Bappeda Depok Gelar Kongko Pembangunan, Jaring Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan

Lebih jauh, Asep mengungkapkan hasil penjelasan kepala sekolah mengenai sejarah keberadaan warung tersebut.

Bagi Pekerja dan Buruh, Depok Buka Posko Pengaduan THR 2026

Menurutnya, sekitar 15โ€“20 tahun lalu, kepala sekolah terdahulu memberi izin penjaga sekolah yang saat itu tidak menerima upah untuk memanfaatkan ruang kelas kosong sebagai warung demi mendapatkan penghasilan tetap.

โ€œDulu sekolah masih rawan dan belum berpagar. Karena keterbatasan anggaran untuk menggaji penjaga sekolah, pihak sekolah memberi ruang kosong sebagai bentuk balas jasa,โ€ kata Asep.

Pemilik Warung Sempat Diangkat PPPK

Meski ruang itu berstatus Kopsis, Asep menyebut pemilik warung belum mengurus legalitas koperasi, termasuk penetapan struktur pengurus. Alasannya, prosesnya dinilai cukup rumit.

Situasi makin berubah setelah pemilik warung diangkat sebagai PPPK di salah satu puskesmas. Ia kemudian berniat menutup usaha itu dan menyerahkan kembali warung kepada pihak sekolah.

Forum Renja 2027, BKD Depok Angkat Tema Digitalisasi Pelayanan

Kondisi ini membuat sekolah sempat kebingungan hingga akhirnya menyarankan agar istri pemilik warung melanjutkan pengelolaannya. Pihak sekolah bahkan berencana memberikan tambahan modal agar kebutuhan siswa tetap terpenuhi.

Disdik Minta Warung Dihentikan Sementara

Meski memahami latar belakang sejarah warung tersebut, Asep menegaskan bahwa aktivitasnya tetap harus dihentikan sementara.

Menurutnya, status ruang sebagai koperasi siswa memerlukan regulasi yang melibatkan Dinas Koperasi.

โ€œKami sudah memberikan arahan agar kegiatan warung dihentikan dulu sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kepala Dinas Pendidikan,โ€ tegasnya. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom