Sekolah
Beranda » Berita » TKA SD dan SMP 2026 Dimatangkan, Kemendikdasmen Tekankan Literasi, Numerasi, dan Kejujuran

TKA SD dan SMP 2026 Dimatangkan, Kemendikdasmen Tekankan Literasi, Numerasi, dan Kejujuran

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat membuka Rakornas Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)

RUZKA INDONESIA; JAKARTA — Pemerintah mulai tancap gas mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) untuk memastikan TKA berjalan matang, seragam, dan berdampak nyata bagi kualitas pembelajaran.

Rakornas yang digelar melalui Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari Unit Pelaksana Teknis (UPT), dinas pendidikan kabupaten/kota, hingga Kantor Wilayah Kementerian Agama di daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan, TKA dirancang untuk mengukur kemampuan akademik paling dasar peserta didik, khususnya literasi dan numerasi. Dua aspek ini dinilai menjadi kunci bagi penguasaan berbagai mata pelajaran dan kemampuan berpikir tingkat lanjut.

“Literasi melalui Bahasa Indonesia dan numerasi lewat Matematika adalah fondasi utama. Hasil TKA nantinya tidak hanya untuk penilaian, tapi juga sebagai bahan memperbaiki proses pembelajaran,” ujar Mu’ti saat membuka Rakornas di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Mu’ti menambahkan, ke depan pelaksanaan TKA akan diselaraskan dengan standar asesmen internasional seperti Programme for International Student Assessment (PISA). Pendekatan pembelajaran pun diarahkan pada penguatan berpikir kritis, analitis, dan reflektif.

Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Guru Non-ASN pada 2026, Anggaran Rp 14 Triliun Disiapkan

Tak hanya soal akademik, Mu’ti menekankan bahwa TKA juga membawa misi pembentukan karakter. Menurutnya, nilai kejujuran, kesiapan mental, dan sikap sportif perlu ditanamkan sejak dini melalui proses asesmen yang sehat.

“TKA adalah bagian dari ikhtiar jangka panjang memperkuat fondasi pendidikan nasional. Dengan peta kemampuan yang lebih akurat, kebijakan perbaikan pendidikan bisa lebih tepat sasaran,” kata Mu’ti.

Sementara itu, Kepala BSKAP Kemendikdasmen Toni Toharudin menyebut Rakornas ini menjadi momentum penting untuk menyamakan pandangan bahwa TKA bukan sekadar ujian, melainkan instrumen kebijakan berbasis data. Ia menyinggung pelaksanaan TKA SMA/SMK pada November 2025 lalu yang dinilai memberi gambaran nyata tentang kompetensi peserta didik.

“Hasil TKA memberikan potret yang jujur tentang kemampuan siswa. Kebijakan pendidikan yang baik harus dibangun dari data, bukan asumsi,” tegas Toni.

Toni mengajak seluruh pihak menjalankan TKA dengan dua prinsip utama, yakni jujur dan gembira. Jujur berarti asesmen dilakukan tanpa rekayasa dan intervensi, sedangkan gembira menekankan suasana ramah anak agar siswa dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa tekanan.

Tito Pastikan Sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Aktif 100 Persen Pascabencana

Menurut Toni, hasil TKA nantinya menjadi cermin bersama untuk melihat area yang perlu diperbaiki, baik dalam pembelajaran, penguatan kompetensi guru, maupun dukungan bagi sekolah. Karena itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penentu. “Hasil TKA juga akan dimanfaatkan secara proporsional, transparan, dan akuntabel sebagai salah satu pertimbangan akademik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, dengan tetap menjunjung keadilan,” jelasnya.

Daerah Mulai Panaskan Mesin

Menjelang pelaksanaan TKA SD dan SMP yang dijadwalkan pada April 2026, sejumlah daerah menyatakan kesiapan. Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Binti Mustolifah, mengatakan persiapan dilakukan dengan memperkuat koordinasi internal.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi, sosialisasi kepada pengawas, serta menyiapkan teknisi peralatan di tingkat kecamatan, baik secara daring maupun luring,” ungkap Binti.

Binti berharap TKA tidak sekadar menjadi alat penilaian, tetapi juga sarana membentuk mental dan kejujuran peserta didik dalam menghargai proses belajar.

Pemerintah Terbitkan Surat Edaran Pelaksanaan Upacara Bendera di Sekolah SD, SMP, dan SMA

Di Papua, Tim Teknis TKA Dinas Pendidikan Kabupaten Waropen, Frengki Bleskadit, menyebut daerahnya sangat siap melaksanakan TKA. Pengalaman menjalankan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) secara penuh menjadi modal utama.

“Kami terus mematangkan kesiapan teknis dan peralatan, termasuk untuk sekolah yang masih bergabung dengan sekolah lain. Sosialisasi ke kepala sekolah juga sudah berjalan,” jelas Frengki.

Sementara itu, dari Gorontalo, Koordinator Tim Teknis ANTKA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, John Rizal Hasan, mengatakan pihaknya fokus pada validasi data peserta didik agar akurat dan minim kendala.

“Dengan persiapan yang lebih matang, kami berharap pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026 berjalan lancar dan menghasilkan capaian yang lebih baik,” kata John menandaskan.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

03

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

04

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

05

Depok Bebas Kabel Udara, Kali Ini Jalan Serua Diterbitkan

06

Awak Media Apresiasi Dedikasi Kepolisian Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Garut

07

Indosat Konektivitaskan ‘Lidah Menari-nari’ Dapoerinduu, Sajikan Brownies Sehat Bercitarasa Cokelat Keju

Sorotan






Kolom