RUZKA INDONESIA — Sikap jujur dan berprinsip ditunjukkan seorang warga Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, bernama Ainul Hidayat.
Ia dengan tegas menolak ajakan untuk menjelekkan nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meski ditawari imbalan uang tunai sebesar Rp20 juta.
Momen tersebut diunggah langsung oleh Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (16/02/2026).
Video itu sontak menarik perhatian publik karena memperlihatkan sebuah eksperimen sosial yang sarat pesan moral.
Peristiwa itu terjadi saat Dedi Mulyadi melintasi jalur provinsi di wilayah Kecamatan Ujungjaya. Dalam kesempatan tersebut, ia sengaja menyamar sebagai seorang pengamat politik.
Dengan gaya sarkastik, pria yang akrab disapa KDM itu bahkan menjelekkan dirinya sendiri untuk memancing reaksi warga.
Di pinggir jalan, KDM kemudian bertemu Ainul Hidayat yang tengah mencari kayu bakar. Percakapan pun berlangsung santai. Dalam penyamarannya, Dedi Mulyadi mencoba memancing Ainul agar ikut menghina dan berkata kasar tentang Gubernur Jawa Barat (Jabar).
Namun di luar dugaan, Ainul tetap teguh pada prinsipnya. Ia menolak ajakan tersebut meskipun ditawari uang tunai hingga Rp20 juta. Ainul memilih menjaga etika dan tidak mau berkata buruk tentang pemimpin daerahnya.
Sikap Ainul tersebut menuai banyak pujian dari warganet. Banyak yang menilai tindakan sederhana itu mencerminkan kejujuran, integritas, serta budaya santun masyarakat Jawa Barat di tengah maraknya praktik adu domba dan politik uang.
Melalui unggahan itu, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan bahwa menjaga lisan, sikap, dan nilai moral jauh lebih berharga dibandingkan imbalan materi.
Aksi sosial tersebut sekaligus menjadi cerminan bahwa kepercayaan publik terhadap pemimpin dapat tumbuh dari keteladanan dan kejujuran warga biasa. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar