
RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Posisi guru sekarang menjadi sorotan. Terlebih lagi di dunia online di mana teknologi pegang peranan.
Berita tentang guru telah menjadi semacam pengadilan terselubung jika ia salah di dalam menerapkan perannya sebagai pendidik.
Pengaruh netizen di dalam memberikan opini kepada guru, telah menjadi kartu mati apabila opini itu bernada subyektif atau minor.
Narasi guru adalah pencerdas bangsa, terkadang kerap disalah artikan apabila guru-guru itu hendak menerapkan sikap disiplin dan karakter yang baik agar para siswanya kelak bermasa depan cemerlang.
Berkaitan dengan peran dan poisisi guru yang sedang menjadi sorotan itu, pada Selasa 25 November 2025 dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, OSIS/MPK SMPN 99 Jakarta yang didukung juga oleh Komite Sekolah dan orangtua murid, menginisiasi kegiatan menarik yang melatih kecerdasan siswa di dalam merangkai kata-kata.
Para siswa menyelenggarakan beragam kegiatan untuk memperingati Hari Guru Nasional tersebut. Salah satu kegiatan itu adalah menulis memoar tentang guru mereka.
Seperti diketahui, SMPN 99 Jakarta adalah salah satu sekolah favorit di Jakarta Timur yang memiliki segudang prestasi dalam bidang akademik mau pun non akademik.
Sekolah ini tercatat mencapai nilai tertinggi pada jalur prestasi akademik se-DKI Jakarta pada tahun 2024.
Tentu saja itu semua tidak luput dari semua kerja keras dan dedikasi para guru dalam memberikan pendidikan berkualitas.
Dan, ini yang menjadi dorongan besar bagi para siswa untuk memberikan feedback positif. Salah satu hadiah karya siswa SMP Negeri 99 di Hari Guru Nasional ini adalah Buku Antologi bertajuk Surat untuk Guruku, sebuah persembahan bagi pahlawan di balik papan tulis, yang ditulis 34 siswa, dan diterbitkan oleh Pediascript Publishing.
Setiap siswa menuliskan apa yang ada dalam hati dan pikiran mereka tentang makna arti guru dalam hidupnya.
Tulisan ini merupakan rebuah refleksi tulus dari mereka dan kelak akan menjadikan buku antologi Surat untuk Guruku kelak menjadi sebuah representasi dari ikatan emosional yang mendalam antara siswa dan guru mereka.
Etty Indarti, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 99 mengungkapkan, buku antologi ini bukan hanya sekedar kumpulan tulisan yang menyentuh, tapi ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar di bidang literasi.
"Di hari guru ini, saya sangat bahagia melihat anak-anak kami berkarya. Semoga kegiatan ini bisa menjadi tradisi positif di bidang sastra dan literasi," ungkapnya.
Kegiatan yang patut diapresiasi ini, menurut Eka Putri salah satu guru di sekolah tersebut, banyak sisi positif yang bisa dipetik dari pembuatan buku antologi ini, dan kami sangat mendukung proses kreatif para siswa di dalam menulis dan menuturkan apa yang mereka rasakan tentang guru mereka.
Buku antologi ini adalah pengingat indah bagi para pendidik tentang dampak sederhana yang diberikan oleh guru kepada para siswanya, khususnya saat para guru itu mengajar di depan kelas.
Baca juga: Depok Gandeng OJK dan BEI Sosialisasi Literasi Finansial
"Ini menjadi energi baru yang bisa mendorong kami untuk terus berinovasi, bersabar, dan menjadi mercusuar pengetahuan bagi generasi penerus bangsa. Di dalam buku ini, tersimpan ucapan-ucapan lugas, doa-doa sederhana namun penuh makna, serta janji-janji dan semangat untuk terus belajar," jelas Febiana lebih lanjut.
Sedangkan ketua komite sekolah Popy Erma Susilowati, juga memberikan kesannya bahwa dunia literasi adalah dunia yang penuh tantangan, tetapi juga penuh peluang untuk terus belajar dan berkembang.
"Untuk semua penulis teruslah berkarya, semoga karya ini bisa menjadi salah satu kenangan indah bagi kita semua," imbuhnya.
Para siswa lainnya juga memberi apresiasi positif tentang penulisan di buku antologi tersebut. Fayra Zahwa Jusalwa, selaku ketua OSIS SMP Negeri 99 memberi ruang dan dukungan penuhnya dengan menyediakan slot waktu khusus untuk penyerahan buku secara simbolis oleh beberapa penulis kepada kepala sekolah.
"Keren, kami ikut bangga atas launchingnya buku antologi penulisan buku yang diberi judul Surat untuk Guruku. Contoh yang baik buat budaya literasi di sekolah," terangnya.
Adapun tim penulis buku Antologi Surat untuk Guruku terdiri dari, Aditya Dzaky Pratama, Adzka Hayza Alfathan R, Alicia Marchelia, Anak Agung Gde Kenzie Lokeswara P, Anugrah Agung Prasetyo, Arbiansyah Alfa Ridzky, Beata Wela Perdita Panggabean.
Lalu, Cut Aisha Mughny Salsabila, Damara Carissa Salsabilla, David Junior, Eliana Felisha Ekklesia Hutapea, Ghatan Al Zhian Mirzha, Isnaeni Zannah, Jaka Jurta, Janur Adelia Wardhani, Johanes Aldrin Cornelius Pasaribu, Julia Risma, Kenzie El Ignazio, Kenzo Immanuel Sudiono, Khairul Ahmad, Khanza Taqqiya Tsuraya, Luvena Tevy Aji, Maryam Euronisa.
Kemudian Dariyus, Maureen Virginia Limansyah, Muhammad Sandy Baresky, Muhammad Zahid, Musa Damar Pangarep, Nadia Humaira Az-Zahra, Nafisah Alwiyanti Kasturi, Nwaobi Blessing, Olivia Stefanny, Reisya Ramadhani Suvi, Tristan Putra Siagian, Yedija Manurung.
Selamat merayakan Hari Guru, salam penuh dedikasi dan cinta untuk para guru di seluruh Indonesia. (***)
Penulis: Aria dan Fanny J Poyk

