Galeri
Beranda » Berita » SlarasBudaya Hadirkan Harmoni Seni, Alam, dan Kuliner di Tana Bambu Bogor

SlarasBudaya Hadirkan Harmoni Seni, Alam, dan Kuliner di Tana Bambu Bogor

SlarasBudaya gelar prtunjukan seni tari. (Foto: Sok RUZKA INDONESIA) 
SlarasBudaya gelar prtunjukan seni tari. (Foto: Sok RUZKA INDONESIA)

RUZKA-REPUBLIKA NETWORK — Komunitas SlarasBudaya kembali menghadirkan perpaduan harmonis antara seni tradisi, alam, dan kuliner dalam sebuah pertunjukan yang digelar di Restoran Tana Bambu, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu sore (29/11).

Acara ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kesenian Nusantara dalam suasana pedesaan yang hangat.

Dalam pementasan tersebut, Komunitas SlarasBudaya menampilkan Tari Rejang Sari, karya maestro tari Bali, I Ketut Rena.

Tarian dengan gerak sederhana namun dinamis ini sarat makna, mengajarkan nilai kebersamaan, kesetaraan, serta ketulusan hati.

Para penari terlibat penuh dalam harmoni ritme, saling mendukung, dan melepaskan energi negatif agar tarian tersaji dengan penuh kasih.

22 Januari Iwan Fals, Tanggal Kesetiaan dan Keberkahan

Sebagai bentuk penghormatan kepada Mas Narno, pelatih tari Jawa Timur, SlarasBudaya juga mementaskan Tari Jejer Gandrung Gurit Mangir.

Tarian ini berasal dari tradisi agraris masyarakat yang memuliakan Dewi Sri sebagai lambang kemakmuran dan hasil panen. Dalam perkembangannya, tari Gandrung menjadi tari penyambutan tamu yang sarat pesan sukacita dan rasa syukur.

Pertunjukan seni tersebut berlangsung di suasana syahdu Restoran Tana Bambu, yang dikenal dengan konsep kuliner alami bernuansa pedesaan. Bangunan joglo klasik, hidangan ala rumahan, dan nuansa alam yang asri membuat pengalaman menonton semakin hangat dan menenangkan.

"Terima kasih untuk Tana Bambu, karena kami mendapat wadah untuk berekspresi, dan pengunjung pun memperoleh pengalaman menyeluruh dalam menikmati kekayaan cita rasa dan budaya Nusantara," ujar Pritha Nandini, Founder SlarasBudaya.

Penari yang membawakan Tari Rejang Sari adalah Grantyartha, Nurmadelina, Sri Utami, Renta Simanjuntak, Roro Siliasih, Ananda Aviati, Winedari Wiyono, dan Riski Aris Wanty. Sementara penari Jejer Gandrung Gurit Mangir terdiri atas Oktavia Kurnia, Pritha Nandini, dan Arke Nurdjatni Soedjatno.

Cinta Sejati Endless Love, Lagu Ikonik yang Tak Pernah Usang

Pentas ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pariwisata kuliner, menghadirkan pengalaman multisensori yang memadukan seni, ruang, dan cita rasa Nusantara. (***)

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

05

Depok Bebas Kabel Udara, Kali Ini Jalan Serua Diterbitkan

06

Awak Media Apresiasi Dedikasi Kepolisian Jaga Kelancaran Lalu Lintas di Garut

07

Indosat Konektivitaskan ‘Lidah Menari-nari’ Dapoerinduu, Sajikan Brownies Sehat Bercitarasa Cokelat Keju

Sorotan






Kolom