Nasional
Beranda » Berita » Setahun Anggaran, Pemkab Majalengka Lakukan Evaluasi Menyeluruh Kinerja OPD

Setahun Anggaran, Pemkab Majalengka Lakukan Evaluasi Menyeluruh Kinerja OPD

Usai Rapim, Bupati Eman Suherman yang di dampingi Wabup Dena Muhamad Ramdhan beberkan hasil rapat di depan Pendopo Kabupaten Majalengka. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) menggelar rapat pimpinan (Rapim) sebagai forum evaluasi kinerja sekaligus refleksi perjalanan pemerintahan selama satu tahun anggaran.

Agenda ini menjadi ruang konsolidasi strategis bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menakar capaian, mengidentifikasi kekurangan, serta merumuskan arah kebijakan ke depan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh tetap diperlukan meskipun dirinya baru sekitar 10 bulan menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Menurut dia, penilaian kinerja setidaknya harus dilakukan dalam rentang satu tahun anggaran, termasuk sepanjang 2025.

“Evaluasi ini penting agar kita mampu mendiagnosis apa yang menjadi kekurangan, baik secara kelembagaan maupun secara pribadi sebagai aparatur sipil negara. Apakah kinerja kita sudah maksimal atau belum, itu harus jujur kita ukur,” kata Eman seusai Rapim, Senin, (05/01/2026).

Ia menekankan, evaluasi tidak hanya menyasar realisasi program dan kegiatan, tetapi juga kualitas pengabdian ASN kepada negara dan masyarakat.

Di Tengah Puing dan Harapan, Relawan TRAMP Bangun Hunian untuk Warga Garoga Tapsel

Bagi Eman, profesionalisme birokrasi menjadi kunci keberlanjutan pembangunan daerah.

Di tengah dorongan peningkatan kinerja tersebut, Eman juga menyampaikan apresiasi atas sejumlah capaian pembangunan yang dinilai positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka sejumlah indikator utama menunjukkan tren membaik.

Angka kemiskinan tercatat menurun, laju pertumbuhan ekonomi berada pada level tinggi, sementara angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah (RLS), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Majalengka menjadi yang tertinggi di kawasan Ciayumajakuning.

“Ini prestasi yang patut disyukuri, karena penilaiannya bukan kita yang membuat, melainkan BPS yang menilai secara objektif,” ujar Eman.

Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Sejumlah program prioritas, kata dia, harus terus dijalankan secara konsisten dan tidak terputus. Salah satunya adalah penguatan keseimbangan antara habluminallah dan habluminannas sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkarakter.

Kapolres Garut Perkuat Sinergi dengan MUI dan Ponpes As Sa’adah

Program Gerakan Bersih Jumat (Geber Jumat) disebut sebagai bagian dari misi pertama pemerintahan “Langkung SAE”, yang menekankan harmoni sosial dan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, kegiatan Subuh Akbar diminta untuk terus dilaksanakan dan diperluas hingga tingkat kecamatan.

“Subuh Akbar ini menunjukkan kuatnya umat. Ketika iman kuat, syiar Islam akan semakin tumbuh dan hubungan emosional antarumat juga semakin erat,” kata Eman.

Ia juga meminta kebiasaan shalat dhuha tetap dijalankan oleh aparatur pemerintahan karena telah menjadi bagian dari program daerah. Menurut dia, Geber Jumat pun berangkat dari nilai keagamaan, sejalan dengan ajaran bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai bersiap melakukan kick off penyusunan anggaran tahun 2027. Eman berharap, hasil evaluasi kinerja yang dilakukan melalui Rapim dapat menjadi pijakan awal dalam merancang kebijakan dan program pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Majalengka Mengusulkan SOR Baribis di Tengah Keterbatasan Anggaran Daerah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *