RUZKA INDONESIA; JAKARTA — Serangkaian ledakan bom mengguncang wilayah Thailand bagian selatan pada Minggu (11/1/2026) dini hari WIB. Aksi terkoordinasi tersebut menyasar sedikitnya 11 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di tiga provinsi rawan konflik, yakni Narathiwat, Pattani, dan Yala. Akibat serangan ini, empat orang dilaporkan terluka, namun tidak ada korban jiwa.
Berdasarkan keterangan resmi Angkatan Darat (AD) Thailand, ledakan terjadi hampir bersamaan dalam rentang waktu sekitar 40 menit setelah tengah malam. Bom-bom yang dipasang di sejumlah SPBU meledak dan merusak pompa bahan bakar, bahkan memicu kebakaran di beberapa lokasi.
Sejumlah sumber militer Thailand menyebutkan, aksi pembakaran dan pengeboman tersebut terjadi sejak Sabtu (10/1/2026) malam waktu setempat. Salah satu dampaknya, seorang petugas kepolisian dilaporkan terluka saat bertugas di wilayah Narathiwat.
“Peristiwa ini terjadi hampir bersamaan. Sekelompok pria dengan jumlah yang belum diketahui datang dan meledakkan bom yang merusak fasilitas pompa bahan bakar,” ujar Gubernur Narathiwat, Boonchauy Homyamyen, kepada media lokal.
Boonchauy menjelaskan, satu anggota polisi mengalami luka di wilayahnya. Sementara itu, pihak militer melaporkan seorang petugas pemadam kebakaran serta dua karyawan SPBU terluka di Provinsi Pattani. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Juru bicara AD Thailand menegaskan kepada AFP bahwa tidak ada korban yang mengalami luka serius.
Komando Garis Depan Wilayah 4 Komando Operasi Keamanan Internal Thailand dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa serangan tersebut secara khusus menargetkan 11 SPBU di Provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat. Aksi ini menyebabkan kerusakan properti yang cukup parah dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, wilayah Thailand Selatan memang telah lama dilanda konflik bersenjata berkepanjangan antara aparat keamanan dan kelompok separatis.
Sebagai langkah antisipasi, militer Thailand memerintahkan seluruh unit di wilayah terdampak dan sekitarnya untuk meningkatkan status pengamanan ke level tertinggi. Aparat keamanan juga memperketat patroli dan mengintensifkan upaya pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali.
(***)


Komentar