Gaya Hidup
Beranda ยป Berita ยป Semarak Ramadhan, Pemkab Kudus Gandeng Djarum Foundation di Festival Dandangan 2026

Semarak Ramadhan, Pemkab Kudus Gandeng Djarum Foundation di Festival Dandangan 2026

Suasana malam di Festival Dandangan 2026. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Semarak Ramadhan di Kota Kudus digelar Festival Dandangan 2026. Ajang setiap Ramadhan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah (Jateng) ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari bazar kuliner hingga pertunjukan hiburan musik dan budaya.

Adapun Djarum Foundation melalui Bakti Lingkungan turut serta mendukung Festival Dandangan 2026 dengan menyediakan puluhan tempat sampah terpilah, mengerahkan mahasiswa sebagai duta kebersihan, serta mengedukasi pengunjung tentang pemilahan sampah organik selama Festival Dandangan 2026 berlangsung.

Festival Dandangan Kudus 2026 sebagai budaya yang telah mengakar sejak era Sunan Kudus dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Kegiatan ini juga menjadi penggerak ekonomi lokal yang melibatkan pelaku UMKM dan menarik puluhan ribu pengunjung.

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton mengatakan Festival Dandangan harus melibatkan dinas terkait, pihak swasta, serta komunitas lokal guna memastikan penyelenggaraan berlangsung tertib, aman, dan ramah lingkungan. Salah satu kolaborasi yang terjalin adalah bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).

Selama Ramadhan, CFD Margonda Tetap Diadakan, Ini Aturannya

Kolaborasi lintas sektor yang dibangun Pemerintah Kudus ini bertujuan menjawab tantangan potensi peningkatan volume sampah dari aktivitas konsumsi selama acara berlangsung. Apalagi, antusiasme masyarakat terhadap Festival Dandangan terus menunjukkan tren positif.

Pada 2025, jumlah kunjungan tercatat mencapai sekitar 38 ribu orang per hari, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 16 ribu pengunjung per hari.

“Untuk memeriahkan dan menyukseskan acara ini, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan memilah sampah, membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk Djarum Foundation atas dukungannya dalam menyediakan sarana pengelolaan sampah demi menjaga kebersihan kawasan Dandangan,โ€ jelas Bellinda dalam keterangan yang diterima, Ahad (22/02/2026).

Apabila tidak dikelola secara optimal, lonjakan timbulan sampah berisiko menimbulkan dampak lingkungan dan menurunkan kenyamanan pengunjung.

Kondisi ini juga berpotensi menambah kontribusi timbulan sampah nasional dari Kabupaten Kudus, yang pada 2024 tercatat mencapai sekitar 0,45 persen.

Liburan Selama Ramadhan 2026, Masuk Ancol Gratis, Ini Rangkaian Programnya

Situasi tersebut menegaskan pentingnya penerapan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan, khususnya pada kegiatan berskala besar seperti Festival Dandangan.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menyediakan 60 unit tempat sampah yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan residu. Tempat sampah ini ditempatkan di titik-titik strategis di area penyelenggaraan Dandangan.

Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara mengatakan melalui Festival Dandangan 2026, Bakti Lingkungan Djarum Foundation ingin melestarikan tradisi dan kepedulian terhadap lingkungan agar dapat berjalan beriringan.

“Kami menghadirkan semangat sederhana dan bermakna. Ketika lingkungan terjaga kebersihannya, UMKM bisa beraktivitas dengan lebih nyaman, dan pengunjung pun betah menikmati suasana,โ€ jelasnya.

Bakti Lingkungan Djarum Foundation berdiri sejak 2022 menginisiasi gerakan Kudus ASIK (Kudus Apik Resik) yang sampai saat ini telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 490 mitra.

Ramainya Ruang Publik di Medan dengan Parade Komunitas Extrajoss Ultimate

Mitra-mitra tersebut terdiri dari rumah makan, tempat pelayanan umum, perusahaan, hotel, pasar, dan masyarakat yang telah berkomitmen untuk memilah sampah organik di Kabupaten Kudus. Selanjutnya, sampah organik tersebut diangkut dan diolah menjadi pupuk organik di fasilitas Pusat Pengolahan Organik (PPO) berkapasitas 50 ton per hari.

Sejalan dengan hal tersebut, BLDF juga memanfaatkan kanal berbasis media sosial untuk melebarkan pesan edukasi pemilahan sampah yang menyasar masyarakat Kabupaten Kudus lewat akun Instagram dan Facebook @kudus.asik. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah menuju zero waste, zero emission (ZWZE) 2040 yang menjadi target lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Kudus.

โ€œSelain menyediakan tempat sampah, Djarum Foundation juga melibatkan 20 mahasiswa dari UIN dan UMK yang tergabung dalam gerakan Kudus ASIK untuk mengedukasi para pengunjung agar memilah sampahnya dan menjaga kebersihan area acara,โ€ ungkap Mutiara.

Lanjut Mutiara, kelompok mahasiswa ini berperan sebagai duta kebersihan yang bertugas membangun kesadaran pengunjung, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai pemilahan dan pembuangan sampah sesuai dengan kategorinya.

Melalui kolaborasi ini, Djarum Foundation dan Pemkab Kudus berharap Festival Dandangan tidak hanya menjadi perayaan tradisi yang membanggakan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama dalam membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom