Bisnis
Beranda ยป Berita ยป Redefinisi Mobilitas Nasional, A Salvo Indonesia Desak Reformasi Pajak 4×4 dan Kebangkitan Industri Lokal

Redefinisi Mobilitas Nasional, A Salvo Indonesia Desak Reformasi Pajak 4×4 dan Kebangkitan Industri Lokal

A Salvo Indonesia mengkritisi kunci pemerataan ekonomi di daerah bukan terletak pada mobil penumpang biasa, melainkan pada ketangguhan kendaraan penggerak empat roda (4x4). (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Di tengah ambisi pemerintah memperkuat infrastruktur dan ekonomi daerah, sebuah tantangan besar muncul dari sektor otomotif.

Sekretaris Jenderal (Sekjen), A Salvo Indonesia sekaligus pemerhati otomotif nasional, Robby Ferliansyah menegaskan bahwa kunci pemerataan ekonomi di daerah bukan terletak pada mobil penumpang biasa, melainkan pada ketangguhan kendaraan penggerak empat roda (4×4).

Dalam sebuah kesempatan eksklusif, Robby membedah urgensi perubahan paradigma dalam penggunaan APBN untuk pengadaan kendaraan dinas maupun niaga.

Salah satu poin krusial yang disorot adalah ketimpangan skema pajak. Saat ini, kendaraan 4×4 di Indonesia masih dianggap sebagai barang mewah dengan label harga yang jauh melampaui varian 4×2.

“Kondisi jalan di daerah itu variatif, mulai dari aspal mulus, gravel, hingga tanah perbukitan. Mobil 4×2 seringkali tidak memadai. Kita perlu berkaca pada Thailand, di mana kendaraan 4×4 sangat laris untuk kebutuhan niaga karena harganya masuk akal,” ujar Robby dalam keterangan yang diterima, Sabtu (28/02/2026).

Komdigi dan Indosat Perkenalkan Sahabat IA, Platform AI Berbasis Aplikasi

A Salvo Indonesia mendorong pemerintah untuk mengkaji ulang pajak kendaraan 4×4. Tujuannya jelas: menurunkan ambang harga agar masyarakat di pelosok mampu menjangkau kendaraan yang benar-benar mereka butuhkan untuk memutar roda ekonomi.

Menjawab keraguan mengenai kapasitas produksi, Robby menunjuk pada fakta industri yang sering terabaikan. Pabrik Daihatsu di Sunter, misalnya, telah lama memproduksi unit yang mendunia.

Gran Max/Toyota Town Ace: Kendaraan ini diproduksi di Indonesia dan diekspor ke Jepang dengan sistem penggerak 4×4.

Keunggulan: Sparepart melimpah, mesin bandel, dan sudah sangat dikenal masyarakat.

Kapasitas: Industri dalam negeri diyakini mampu memenuhi kuota hingga 440.000 unit kendaraan 4×4 jika regulasi mendukung.

Motorola Solutions dan Harrisma Hadirkan Mag One X10d, Radio Komunikasi Profesional dengan Harga Kompetitif

Lebih jauh lagi, A Salvo Indoensia memberikan opsi radikal namun strategis terkait penggunaan APBN.

Daripada dana negara mengalir untuk impor, Robby menyarankan pemerintah “memaksa” produsen lokal untuk memproduksi massal unit 4×4 di dalam negeri, atau bahkan membangkitkan kembali legenda yang sempat hilang.

“Ini momentum untuk mengembalikan kejayaan Texmaco dengan Truk PERKASA-nya. Kita pernah punya kendaraan yang sangat tangguh dan kuat di zamannya. Mengapa tidak kita hidupkan kembali?” tegasnya. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Ramadhan 2026, AQUVIVA Komit Distribusikan Air Mineral ke 321 Masjid di Seluruh Pelosok Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom