RUZKA INDONESIA — Presiden Prabowo Subianto menggelar pesta rakyat besar-besaran bertajuk Pasar Murah Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta, pada Sabtu (28/03/2026).
Acara yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB ini menghadirkan bazar, pasar murah, hingga panggung hiburan bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk berbagi kebahagiaan Idulfitri, khususnya bagi warga Jakarta yang tidak mudik maupun pemudik yang telah kembali ke Ibu Kota.
“Berawal dari tingginya antusiasme masyarakat saat Hari Lebaran minggu lalu di Istana, Bapak Presiden ingin sebanyak-banyaknya rakyat dapat berbagi kebahagiaan dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/03/2026).
Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas fantastis untuk memanjakan pengunjung, di antaranya:
- 100.000 kupon belanja sembako dan barang gratis senilai Rp 500.000 per kupon.
- 300.000 porsi makanan gratis yang disajikan oleh sekitar 800 pedagang UMKM kaki lima.
- Bazar Rakyat yang melibatkan pedagang dari pusat grosir Tanah Abang dan Senen untuk mendorong ekonomi lokal.
Tak hanya urusan perut, kemeriahan semakin memuncak dengan adanya doorprize berupa 1.000 unit sepeda dan 100 unit motor listrik.
Untuk hiburan keluarga, tersedia beragam permainan anak serta panggung musik yang dimeriahkan oleh grup band Wali dan Bagindas.
Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo ingin menegaskan Lebaran Idul Fitri adalah momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat. “Lebaran kali ini bukan hanya tentang tradisi, tapi tentang hadirnya kebahagiaan dan kebersamaan untuk semua,” pungkas Teddy.
Penyelenggaraan bazar dan hiburan rakyat di Monas ini merupakan refleksi dari visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan ekonomi kerakyatan dan pemerataan kebahagiaan.
Dengan melibatkan ratusan pedagang kaki lima serta pedagang dari pasar ikonik seperti Tanah Abang dan Senen, pemerintah berusaha memastikan bahwa perputaran uang selama masa libur Lebaran tidak hanya berhenti di sektor ritel besar, tetapi juga menyentuh akar rumput.
Selain itu, pemberian bantuan berupa kupon sembako dan doorprize kendaraan listrik sejalan dengan upaya pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat pasca-hari raya, sekaligus mempromosikan gaya hidup berkelanjutan melalui penggunaan energi bersih.
Monas, sebagai simbol persatuan bangsa, dipilih menjadi lokasi strategis untuk menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam semangat kekeluargaan, menjadikan perayaan Idulfitri 1447 H sebagai tonggak kebersamaan yang lebih inklusif di era kepemimpinan baru. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar