Home > Komunitas

Farhan Suchail: Kemerdekaan Sejati Harus Bebas dari Dominasi Pemikiran Asing

Dengan kata lain, sebut Farhan, kemerdekaan adalah pembebasan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah.
Kajian Islam Kaffah bertema Menyempurnakan Kemerdekaan dengan Ideologi Islam, berlangsung di Gedung PGRI Kota Depok, Ahad (31/08/2025) pagi, menampilkan pembicara Pembina Majelis Sabilun Nahdhah Farhan Suchail dan Direktur Eksekutif Program Tahfizh Leadership Agus Susilo yang dipandu host Deby Mardiansah. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Kajian Islam Kaffah bertema Menyempurnakan Kemerdekaan dengan Ideologi Islam, berlangsung di Gedung PGRI Kota Depok, Ahad (31/08/2025) pagi, menampilkan pembicara Pembina Majelis Sabilun Nahdhah Farhan Suchail dan Direktur Eksekutif Program Tahfizh Leadership Agus Susilo yang dipandu host Deby Mardiansah. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA–REPUBLIKA NETWORK - Pembina Majelis Sabilun Nahdhah Ustadz Farhan Suchail menyatakan bahwa kemerdekaan sejati tidak cukup dimaknai sebagai bebas dari kolonialisme fisik, melainkan harus bebas dari dominasi pemikiran asing.

Hal itu diungkapkannya dalam Kajian Islam Kaffah: Menyempurnakan Kemerdekaan dengan Ideologi Islam, di Gedung PGRI Kota Depok, Ahad (31/08/2025) pagi. “Kemerdekaan sejati tidak cukup dimaknai sebagai bebas dari kolonialisme fisik, melainkan harus bebas dari dominasi pemikiran asing,” tegasnya.

Selama ideologi sekuler–kapitalis masih menjadi dasar sistem, lanjut Farhan, bangsa ini sesungguhnya belum merdeka. Islam sebagai ideologi kaffah (mengatur negara juga, tidak hanya ibadah dan moral) adalah jawaban agar kemerdekaan memiliki makna substantif, bukan sekadar simbolis.

“Al-Qur’an dan sunah bukan hanya kitab moral, melainkan sumber kepemimpinan dan peradaban. Membatasi Islam hanya pada ruang ibadah ritual berarti mereduksi makna kemerdekaan yang hakiki,” tegasnya.

Kemerdekaan, beber Farhan, bukanlah kebebasan absolut tanpa batas, melainkan kebebasan yang terikat pada aturan Allah. “Kemerdekaan sejati hanya bisa diraih ketika manusia tunduk kepada hukum Allah, terbebas dari dominasi manusia atas manusia lainnya,” jelasnya.

Dengan kata lain, sebut Farhan, kemerdekaan adalah pembebasan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah. “Itu berarti keluar dari sistem kufur dan penindasan menuju penerapan syariat Islam secara kaffah,” imbuhnya.

Dihadiri sekitar 100 jemaah dari Kota Depok, acara yang dipandu host Deby Mardiansah ini hadir pula Direktur Eksekutif Program Tahfizh Leadership Ustadz Agus Susilo sebagai pembicara. (Vidi Albarra/***)

× Image