Nasional
Beranda ยป Berita ยป Polemik antara Menteri Purbaya dan Trenggono di Ruang Publik Tak Layak Dicontoh

Polemik antara Menteri Purbaya dan Trenggono di Ruang Publik Tak Layak Dicontoh

Menurut Jamil, hal itu seharusnya tidak perlu terjadi bila kedua menteri merasa sebagai satu tim dan setara (selevel) dalam Kabinet Merah Putih. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)
Menurut Jamil, hal itu seharusnya tidak perlu terjadi bila kedua menteri merasa sebagai satu tim dan setara (selevel) dalam Kabinet Merah Putih. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA โ€“ Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta M Jamiluddin Ritonga menyoroti polemik yang terjadi antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di ruang publik. Menurutnya, polemik itu dinilainya sangat tidak layak dicontoh.

Jamil melihat kedua menteri tersebut mempertontonkan berkomunikasi yang buruk. Persoalan internal antarkementerian diumbar ke ranah publik. Hal itu terjadi karena kemampuan mendengarkan yang buruk.

“Kedua menteri terkesan lebih suka berbicara daripada mendengarkan. Padahal sebagai komunikator politik, seorang menteri tidak hanya ahli dalam menyampaikan pesan, tetapi juga harus mampu mendengarkan umpan balik dari kementerian lain. Dengan begitu, peluang merasa benar sendiri dapat diminimalkan,” ungkap Jamil kepada RUZKA INDONESIA, Kamis (12/02/2026) siang.

Jamil menjelaskan, sikap adaptif juga kurang ditemui dalam kasus Purbaya dan Trenggono. Purbaya kurang mampu menyesuaikan gaya komunikasi dengan kepribadian Trenggono, begitu sebaliknya.

“Jadi, dua menteri tersebut harusnya mampu saling empati. Hal itu perlu dilakukan untuk menciptakan kebersamaan, yaitu fokus pada tujuan bersama -agenda Presiden Prabowo- daripada kepentingan sektoral,” imbuhnya.

Usung Pererat Silahturahmi, RSUI Gelar Turnamen Futsal Antar Instansi Kesehatan

Menurut Jamil, hal itu seharusnya tidak perlu terjadi bila kedua menteri merasa sebagai satu tim dan setara (selevel) dalam Kabinet Merah Putih. Dengan begitu, seharusnya pendekatan komunikasi yang digunakan dalam koridor sebagai satu tim dalam kabinet dan idealnya menggunakan dua pendekatan.

“Pertama, melalui pendekatan informal. Pendekatan ini bisa melalui pertemuan informal atau komunikasi pribadi untuk memecahkan kebuntuan. Dua, melalui pendekatan proaktif. Karena dalam posisi setara, maka dapat saja menghubungi menteri terkait secara langsung saat merencanakan kebijakan baru, seperti pengadaan kapal, yang berdampak lintas sektoral,” tandas mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini. (***)

Editor: Ao S Dwiyantho Putra
Email: aodwiyantho@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom