RUZKA INDONESIA — Usai kalah Pilkada 2024, PKS sepertinya ‘sakit hati’ dengan Wali Kota Depok terpilih Supian Suri (SS) yang di usung Partai Gerindra.
Hampir selama 2 tahun, PKS yang berkoalisi dengan Golkar sedikit membuat gonjang-ganjing perpolitikan di Kota Depok. Pasalnya, banyak program-program yang baik di era PKS yang dipimpin Mohammad Idris ‘dibumi hanguskan’ SS.
Kebekuan komunikasi juga terjadi antara SS dengan Idris yang tak lain kerabat dekat yang membesarkan karir SS hingga akhirnya berada di puncak kepemimpinan di Kota Depok.
Pasangan SS dan Chandra Rahmansyah diusung Partai Gerindra dan PKB serta di dukung PDIP, Demonkrat, PPP, PAN, Nasdem dan PSI.
Untuk mencairkan suasana gonjang-ganjing politik serta mendukung pembangunan di Kota Depok, Ketua Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna menginisiasi pertemuan SS dengan Idris yang juga merupakan sesepuh PKS usai hari pertama Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026.
Dan, pada Jumat (27/03/2026), Ketua PKS Depok, Heridianto bersama jajarannya yang Ade Supriatna (Ketua DPRD Kota Depok) dan dua anggota Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Ade Firmansyah dan Khairulloh diundang bersilaturahmi ke kediaman Pradi Supriatna.
Menurut Ketua PKS Depok, Heridianto, ini bukan sekadar ajang temu, silaturahmi ini menjadi forum penegasan arah politik bersama, memperkuat harmoni, membangun sinergi, serta menempatkan kepentingan masyu di atas dinamika kontestasi.
“Silaturahmi tersebut merupakan bagian dari agenda strategis untuk memperkokoh fondasi kebersamaan dalam pembangunan daerah. Kita ingin Depok menjadi kota yang lebih kuat. Karena itu, harmoni dan sinergi harus terus dibangun agar pembangunan berjalan optimal dan berkelanjutan,โ jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas inisiasi Pradi Supriatna, yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabae) yang dinilai sarat pesan kebangsaan dan mencerminkan kedewasaan politik.
Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Ade Supriatna, menegaskan bahwa momentum Idul.Fitri harus dimaknai sebagai ruang rekonsiliasi politik yang substantif.
โSekat-sekat politik tidak boleh membuat kita bermusuhan. Setelah kontestasi, kita kembali sebagai satu keluarga besar. Baik buruknya Kota Depok. ini bergantung pada kita semua,โ tegasnya.
Ade menekankan bahwa dalam sistem pemerintahan daerah tidak dikenal istilah oposisi, sebagaimana merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
โEksekutif dan legislatif adalah satu kesatuan unsur penyelenggara pemerintahan. Perbedaan boleh ada, tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu melayani masyarakat,โ terang Ade.
Ia mengungkapkan bahwa sikap tersebut telah disampaikan sejak awal pasca-Pilkada dalam berbagai forum resmi DPRD.
โSejak awal saya tegaskan tidak ada oposisi. Jika masih ada perbedaan, itu residu politik yang harus segera diakhiri,โ kata Ade.
Ade juga mengingatkan seluruh elemen, termasuk partai politik, relawan, dan aparatur sipil negara (ASN), agar tidak terjebak dalam polarisasi politik.
โASN harus netral dan tidak terlibat dalam dinamika politik. Semua harus kembali fokus pada pelayanan publik,โ harapnya.
Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Khairulloh, turut mengapresiasi silaturahmi tersebut sebagai wujud nyata politik kebersamaan.Politik
โKita sedang berlomba dalam kebaikan. Silaturahmi ini harus terus diperluas agar sinergi semakin kuat. Saya juga hadir dalam pertemuan SS dengan Idris, keduanya saling rindu dan dalam hangatnya suasana Idul Fitri,” ungkapnya.
Anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua Partai Gerindra Depok, Pradi Supriatna, menilai silaturahmi politik sebagai pondasi penting dalam membangun komunikasi yang sehat dan produktif.
โMelalui silaturahmi, kita bisa saling mendengar, memberi masukan, dan menyatukan langkah untuk kepentingan masyarakat,โ tuturnya.
Menurut Pradi masyarakat membutuhkan kebijakan yang cepat, tepat, dan mudah dipahami.
โDengan komunikasi yang baik, kita bisa bergerak lebih cepat dan memastikan program pembangunan berjalan efektif dan tentunya berkelanjutan. Saya optimistis soliditas antara PKS dan Gerindra akan memperkuat pembangunan di Kota Depok. Jika semua sudah satu komando, pembangunan akan berjalan lebih cepat, lebih kuat, dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,โ pungkasnya. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar