RUZKA INDONESIA; JAKARTA — Jumlah pengungsi di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera terus mengalami penurunan seiring percepatan penyaluran bantuan dan pembangunan hunian sementara (huntara). Pemerintah menargetkan seluruh pengungsi dapat segera keluar dari lokasi pengungsian.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, menyampaikan penurunan jumlah pengungsi terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di Sumatera Barat, jumlah pengungsi tercatat menurun dari 10.854 orang pada 24 Januari 2026 menjadi 9.040 orang per 27 Januari 2026. Di Sumatera Utara, jumlah pengungsi berkurang dari 11.300 orang menjadi 11.085 orang dalam periode yang sama. Sementara di Aceh, jumlah pengungsi turun dari 91.703 orang menjadi 91.663 orang.
“Jumlah pengungsi dari waktu ke waktu terus berkurang. Kami berharap seluruh pengungsi nantinya tidak lagi berada di lokasi pengungsian,” kata Amran di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Amran menjelaskan, penurunan tersebut didorong oleh progres pembangunan huntara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH). Di Aceh, sebanyak 3.248 unit huntara telah selesai dibangun, dengan 2.559 kepala keluarga (KK) telah menerima DTH dari total 9.766 KK penerima.
Di Sumatera Utara, pembangunan huntara yang rampung mencapai 557 unit, sementara penerima DTH tercatat sebanyak 1.688 KK dari total 6.550 KK. Adapun di Sumatera Barat, 476 unit huntara telah selesai dibangun dan 1.685 KK dari total 2.004 KK penerima telah menerima DTH.
Selain hunian, Amran menyebutkan sebagian besar fasilitas kesehatan di wilayah terdampak tetap beroperasi. Dari 280 fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi, hanya dua puskesmas di Aceh yang sementara mengalihkan layanan ke luar gedung.
Untuk infrastruktur, jalan dan jembatan nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah berfungsi sepenuhnya. Sementara perbaikan jalan dan jembatan daerah masih terus diselesaikan secara bertahap.
(Puspen Kemendagri)
Editor: Endro Yuwanto


Komentar