Nasional
Beranda ยป Berita ยป Pelatihan Agen Perisai Sukses Digelar di Sukabumi, Hiwapraja Tegaskan Komitmen Perluasan Jaminan Sosial

Pelatihan Agen Perisai Sukses Digelar di Sukabumi, Hiwapraja Tegaskan Komitmen Perluasan Jaminan Sosial

Foto bersama seluruh peserta Pelatihan Agen Perisai dengan Plt. BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi-Pelabuhan Ratu, di Bali Convention Hall RS Sinar Kasih Sukabumi, Sabtu (4/4/2026). (Foto: Hiwapraja)

RUZKA INDONESIA โ€” Di tengah masih rendahnya tingkat kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya sektor pekerja informal, Himpunan Wadah Perisai Jawa Barat (Hiwapraja) mengambil langkah konkret. Melalui Pelatihan Agen Perisai yang digelar di RS Kartika Kasih Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2026), organisasi ini mendorong perubahan cara kerja agenโ€”dari sekadar sosialisasi menjadi aksi nyata di lapangan.

Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin Hiwapraja, melainkan respons atas tantangan besar: masih banyak pekerja yang belum terlindungi karena minimnya pemahaman, akses, dan pendekatan yang tepat. Dalam konteks itu, peran Agen Perisai menjadi krusial sebagai ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 Agen Perisai dan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas mereka dalam memperluas kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya di wilayah Sukabumi Raya, Cianjur, hingga Pelabuhan Ratu.

Tidak hanya itu, pelatihan ini juga diikuti oleh Agen Perisai dari wilayah Depok, Bogor, Bekasi, hingga Cikarang, yang menunjukkan meluasnya antusiasme terhadap penguatan peran agen di Jawa Barat. Bahkan, dalam kegiatan tersebut tercatat sejumlah pesertaโ€”meski masih di bawah 10 orangโ€”minat untuk bergabung sebagai Agen Perisai mulai tumbuh sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan perlindungan sosial di lapangan.

Agen Perisai Harus Lebih Adaptif

BPJS Ketenagakerjaan Sukabumiโ€“Pelabuhan Ratu: Agen Perisai Kelak Wajib Memiliki Sertifikasi Profesi dari Hiwapraja

Ketua Umum Hiwapraja, Ahmad Jafar Sidik, secara tegas menyampaikan bahwa kondisi di lapangan tidak bisa lagi dihadapi dengan pola kerja biasa.

โ€œKita harus jujur, kepesertaan masih belum maksimal. Masih banyak pekerja yang belum terlindungi karena belum tersentuh edukasi yang tepat,โ€ ujar Jafar kepada RUZKA INDONESIA di sela kegiatan pelatihan.

Ketua Umum Hiwapraja, Ahmad Jafar Sidik. (Foto: Hiwapraja)

Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan hanya pada program, tetapi pada bagaimana program tersebut dipahami dan diterima oleh masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya perubahan pendekatan yang dilakukan oleh Agen Perisai.

โ€œAgen Perisai tidak bisa menunggu. Mereka harus turun langsung, jemput bola, hadir di tengah masyarakat, dan menjelaskan dengan cara yang mudah dipahami,โ€ tegasnya.

Ia menilai pendekatan yang terlalu formal dan kaku justru menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan kepesertaan.

Satuan Reserse Narkoba Polres Garut Tangkap Pengedar Obat Terlarang

โ€œKalau kita hanya menyampaikan program secara normatif, masyarakat tidak akan tertarik. Agen Perisai harus bisa membangun kedekatan dan kepercayaan,โ€ katanya.

Lebih jauh, Jafar mengingatkan bahwa peran Agen Perisai bukan sekadar menawarkan program, melainkan membawa misi perlindungan sosial bagi para pekerja.

โ€œKita ini bicara soal perlindungan hidup pekerja informal. Ini bukan sekadar angka kepesertaan, tetapi soal keselamatan dan masa depan mereka,โ€ lanjutnya.

Ia bahkan menyebut pelatihan ini sebagai momentum penting untuk mengubah cara kerja Agen Perisai secara menyeluruh.

โ€œSetelah pelatihan ini, saya ingin Agen Perisai bergerak lebih cepat, lebih luas, dan lebih berdampak. Tidak ada lagi alasan untuk tidak turun ke lapangan,โ€ tandasnya.

Ledakan Tabung Gas Picu Kebakaran Kafe di Depok, Ini Faktanya

Materi Aplikatif dan Berbasis Pengalaman Lapangan

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Yeni Indriati yang juga Ketua Wadah Perisai Nafiz Sukabumi, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata para Agen Perisai melalui materi yang komprehensif dan aplikatif.

โ€œKami menyusun pelatihan ini dengan pendekatan aplikatif. Jadi peserta tidak hanya memahami, tetapi juga bisa langsung menerapkan di lapangan,โ€ ujarnya.

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari pemahaman syarat dan ketentuan kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU), hingga prosedur klaim program BPJS Ketenagakerjaan seperti Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), serta manfaat tambahan berupa beasiswa.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi strategi bertajuk cara cerdas menjaring peserta program jaminan sosial, yang difokuskan pada teknik pendekatan efektif kepada pekerja informal.

โ€œKami juga menghadirkan testimoni dari Agen Perisai yang sudah berhasil di lapangan, sehingga peserta bisa belajar langsung dari pengalaman nyata,โ€ tambah Yeni.

Ia juga menyoroti tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi interaktif.

โ€œBanyak peserta yang menyampaikan kendala nyata di lapangan, dan dari situ muncul berbagai solusi yang bisa langsung diimplementasikan. Sesi tanya jawab juga berjalan sangat aktif,โ€ ujarnya.

Menurut Yeni, kolaborasi dan pertukaran pengalaman antar Agen Perisai menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan mereka menghadapi tantangan di lapangan.

Peserta Rasakan Dampak Langsung Pelatihan

Manfaat pelatihan juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Dadang, Agen Perisai dari Bogor, yang menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan.

โ€œPelatihan ini sangat membuka wawasan saya. Selama ini ada beberapa kendala saat menawarkan program ke pekerja informal, tapi di sini saya belajar cara pendekatan yang lebih efektif,โ€ ujarnya.

Pembagian Piagam Penghargaan kepada sebagian peserta pelatihan Agen Perisai. (Foto: Hiwapraja)

Hal senada disampaikan oleh calon Agen Perisai, Ach. Ripai, yang baru pertama kali mengikuti pelatihan. Ripai yang juga berprofesi sebagai Sekretaris Desa Kertajaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, mengaku mendapatkan motivasi tambahan untuk lebih aktif.

โ€œSelain ilmu, kami juga mendapatkan semangat baru. Melihat teman-teman dari daerah lain yang sudah berhasil, itu menjadi motivasi bagi saya untuk lebih giat lagi,โ€ ungkapnya.

Menurut Ripai, tantangan terbesar di lapangan adalah meyakinkan masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial.

โ€œMasih banyak yang berpikir bahwa jaminan sosial itu tidak terlalu penting. Padahal manfaatnya sangat besar. Setelah pelatihan ini, saya jadi lebih percaya diri sebagai Agen Perisai untuk menjelaskan kepada masyarakat,โ€ tambahnya.

Sepanjang kegiatan, suasana interaktif sangat terasa. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, menunjukkan tingginya minat dan keseriusan dalam meningkatkan kapasitas diri.

BPJS Ketenagakerjaan: Agen Harus Lebih Masif dan Tepat Sasaran

Pelatihan ini turut dihadiri Plt Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sukabumiโ€“Pelabuhan Ratu, Supriyatna, yang menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah menjangkau pekerja informal yang jumlahnya besar namun belum terlindungi.

โ€œPekerja informal itu jumlahnya sangat besar, tetapi yang terlindungi masih relatif kecil. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,โ€ ujar Supriyatna.

Plt. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sukabumiโ€“Pelabuhan Ratu, Supriyatna. (Foto: Hiwapraja)

Ia menekankan bahwa Agen Perisai memiliki peran strategis dalam menjembatani program dengan kebutuhan masyarakat.

โ€œAgen adalah ujung tombak. Mereka yang langsung berhadapan dengan masyarakat, jadi kualitas dan cara kerja mereka sangat menentukan,โ€ katanya.

Menurutnya, ke depan agen harus bekerja lebih aktif, terarah, dan berbasis strategi.

โ€œKami berharap agen tidak hanya bergerak, tetapi juga bergerak dengan strategi yang tepat, sehingga upaya yang dilakukan benar-benar efektif,โ€ lanjutnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Hiwapraja dalam memperluas cakupan perlindungan sosial.

RS Sinar Kasih: Edukasi Diperkuat Melalui Pengalaman Nyata

Dari sisi layanan kesehatan, Kepala Keperawatan RS Sinar Kasih Sukabumi, Erna Dwi Rianti, menilai bahwa pemahaman Agen Perisai terhadap layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam edukasi kepada masyarakat.

โ€œMasih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana manfaat jaminan sosial itu dirasakan saat mereka membutuhkan layanan,โ€ ujar Erna.

Ia menekankan bahwa Agen Perisai harus mampu menjelaskan manfaat program secara konkret, termasuk alur pelayanan di fasilitas kesehatan.

Kepala Keperawatan RS Sinar Kasih Sukabumi, Erna Dwi Rianti, S.Kep., NERS., M.Kep (Foto: Hiwapraja)

โ€œAgen Perisai tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga harus bisa menjelaskan bagaimana layanan itu berjalan dan membantu peserta ketika terjadi risiko,โ€ jelasnya.

Dalam pelatihan ini, peserta juga diajak mengikuti kegiatan hospital touring untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas dan layanan di rumah sakit yang dapat diakses oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui kegiatan tersebut, para agen mendapatkan gambaran nyata mengenai alur pelayanan, fasilitas medis, serta bentuk layanan yang diberikan kepada peserta.

โ€œDengan melihat langsung fasilitas dan layanan yang ada, Agen Perisai bisa lebih percaya diri dalam menjelaskan kepada peserta jaminan sosial. Ini penting agar edukasi yang diberikan tidak hanya teoritis, tetapi berdasarkan pengalaman nyata,โ€ tambah Erna.

Sesi Hospital Touring di RS Sinar Kasih Sukabumi. (Foto: Hiwapraja)

Hospital touring ini menjadi salah satu sesi yang paling diminati peserta karena memberikan pemahaman praktis yang sebelumnya hanya didapatkan melalui teori.

Dari Pelatihan ke Aksi Nyata

Pelatihan Agen Perisai yang digelar Hiwapraja ini menegaskan bahwa perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak bisa lagi berjalan dengan pola biasa. Dibutuhkan Agen Perisai yang aktif, adaptif, dan berani mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.

Dengan masih banyaknya pekerja informal yang belum terlindungi, tantangan ke depan memang tidak ringan. Namun, melalui penguatan kapasitas, strategi yang lebih tajam, serta kolaborasi lintas sektor, peluang untuk memperluas perlindungan tetap terbuka.

Hiwapraja optimistis bahwa Agen Perisai dapat menjadi penggerak utama dalam menghadirkan perubahan, tidak hanya dalam meningkatkan kepesertaan, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan sosial.

Pelatihan ini menjadi titik awal dari dorongan yang lebih besar: dari sekadar sosialisasi menuju aksi nyata. Agen Perisai kini dituntut untuk bergerak lebih cepat, lebih luas, dan lebih berdampak, demi menghadirkan perlindungan jaminan sosial yang merata bagi seluruh pekerja, khususnya di wilayah Sukabumi Raya dan sekitarnya. (***)

Jurnalis/Editor: Djoni Satria

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom