Nasional
Beranda ยป Berita ยป Peduli Ekologi Masjid Pantai Bali, Ikhtiar Menjaga Pesisir, Merawat Kehidupan, Menyelamatkan Masa Depan

Peduli Ekologi Masjid Pantai Bali, Ikhtiar Menjaga Pesisir, Merawat Kehidupan, Menyelamatkan Masa Depan

Abrasi di Masjid Pantai Bali, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. (Foto: Dok Yayasan Masjid Pantai Nusantara)

RUZKA INDONESIA — Desa Cupel yang berada di pesisir bukan sekadar bentang alam, tetapi ruang hidup, situs sejarah, dan harapan ribuan keluarga. Ketika laut mulai menggerus daratan dan menenggelamkan permukiman, yang hilang bukan hanya tanah, tetapi rumah, kenangan, dan harapan masa depan.

Di titik inilah Masjid Pantai Bali hadir, bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi sebagai rumah kepedulian, rumah peradaban, dan rumah solusi.

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap krisis ekologi pesisir, Tim Masjid Pantai Bali melakukan langkah strategis dalam menangani ancaman abrasi laut yang melanda Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.

I Nyoman Pugeg Aryantha, Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) sekaligus Pembina Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), secara resmi menyerahkan Proposal dan Laporan Hasil Kajian Balai Pantai PUPR Provinsi Bali tentang Penanggulangan Abrasi di Desa Cupel kepada Essy Asia, Sekretaris Direktur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam acara Buka Puasa Bersama Alumni ITB angkatan 84, di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jalan Patimura, Jakarta Selatan. (28/01/2016).

Penyerahan dokumen ini bukan sekadar seremonial administratif, tetapi merupakan langkah moral, ilmiah, dan kemanusiaan, sebuah ikhtiar kolektif untuk membantu pemerintah dan masyarakat Jembrana dalam menghadapi dampak abrasi laut yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan parah, tenggelamnya pemukiman penduduk, serta rusaknya fasilitas umum di kawasan pesisir.

Bocah 9 Tahun Diduga Hanyut, Polsek Pakenjeng Polres Garut Sisir Sungai Cikandang

Sebelumnya, Tim Penanganan Aberasi Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) yang dipimpin oleh I Nyoman Pugeg Aryantha (Rektor ITERA), para Guru Besar ITB, Syahril Badri Kusuma dan Umar Fauzi bersama Kepala Dusun Rening, Saifurrahim bertemu Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan untuk membahas tentang solusi aberasi di desa Cupel, kecamatan Negara, kabupaten Jembrana, Bali.

Upaya ini diperkuat dengan keterlibatan Tim LAPI (Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia) ITB yang telah melakukan survei ilmiah untuk meneliti sumber, pola, dan dampak abrasi laut yang selama ini meresahkan masyarakat pesisir kawasan Masjid Pantai Bali.

Tidak berhenti di tingkat nasional, Tim Masjid Pantai Bali bersama lembaga kemanusiaan Penta Utama juga berusaha membangun kolaborasi global dengan Geobrugg International, perusahaan berbasis di Swiss yang memiliki pengalaman internasional dalam solusi rekayasa perlindungan wilayah rawan bencana alam, untuk merumuskan solusi teknis jangka panjang yang berkelanjutan.

Masjid Pantai Bali, Smart Masjid sebagai bagian dari Solusi Ekologi Global

Masjid Pantai Bali yang mengusung visi sebagai โ€œSmart Masjidโ€ berusaha hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi sebagai pusat edukasi, penggerak ekonomi wisata religi, transformasi sosial, ikon seni budaya pesisir. Selain itu, yang tak kalah penting adalah peran sertanya dalam menjaga ekologi pesisir.

Polsek Tarogong Kidul Polres Garut Bubarkan Perang Sarung di Jalan Proklamasi

Ikhtiar ekologis Masjid Pantai Bali ini sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh United Nations, khususnya: SDGs 14 tentang Life Below Water (Ekosistem Laut): Perlindungan ekosistem laut, pesisir, dan sumber daya kelautan melalui upaya penanggulangan abrasi, mitigasi kerusakan pantai, serta perlindungan kehidupan biota laut dan keberlanjutan wilayah pesisir.

Selain itu, ikhtiar tersebut sesuai juga dengan SDG 15 tentang Life on Land (Ekosistem Daratan): Perlindungan ekosistem daratan pesisir, penyelamatan kawasan permukiman warga, konservasi lingkungan hidup, serta pencegahan degradasi lahan akibat dampak abrasi laut.

Melalui langkah ini, Masjid Pantai Bali tidak hanya menjalankan dakwah spiritual, tetapi juga mengemban dakwah ekologis global yang menghubungkan nilai keimanan dengan tanggung jawab kemanusiaan dan keberlanjutan bumi yang Rahmatan lil ‘alamiin. (***)

Sumber: Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Luncurkan Buku, Ketua BK DPRD Depok Qonita Lutfiyah Dorong Peningkatan Literasi Politik Perempuan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom