RUZKA INDONESIA — Kasus obesitas terus meningkat di berbagai negara, termasuk di Indonesia, dan kini menjadi salah satu tantangan besar dalam kesehatan masyarakat.
Para ahli menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau berat badan berlebih, melainkan kondisi medis serius yang dapat memicu berbagai penyakit kronis dan menurunkan kualitas hidup.
Obesitas terjadi ketika terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk melalui makanan dengan energi yang digunakan tubuh.
Pola makan tinggi kalori, konsumsi makanan ultra-proses, kurangnya aktivitas fisik, stres, gangguan tidur, hingga faktor lingkungan modern turut mempercepat peningkatan angka obesitas.
Dampak kesehatan dari obesitas sangat luas dan dapat memengaruhi hampir seluruh sistem organ.
Kondisi ini diketahui meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti Diabetes Melitus Tipe 2, penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, gangguan pernapasan, hingga beberapa jenis
kanker.
Selain itu, obesitas juga sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental seperti depresi dan penurunan kepercayaan diri.
Selain dampak medis, obesitas juga membawa konsekuensi sosial dan ekonomi yang tidak kecil.
Biaya pengobatan penyakit terkait obesitas terus meningkat setiap tahun, sementara produktivitas individu dapat menurun akibat berbagai komplikasi kesehatan yang menyertainya.
Pencegahan obesitas harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pola makan seimbang, peningkatan aktivitas fisik, manajemen stres, hingga edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
Perubahan gaya hidup sehat menjadi langkah paling efektif untuk menurunkan risiko obesitas dan penyakit yang menyertainya.
Sebagai salah satu solusi dalam menekan angka obesitas di tanah air, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), Prof. apt. Anton Bahtiar, M.Biomed., Ph.D. dan apt. Tri Wahyuni, M.Biomed., Ph.D., menghadirkan kontribusi ilmiah melalui penerbitan buku Obesitas: Pendekatan Komprehensif dari Biologi hingga Terapi Modern.
Buku ini diterbitkan pada tahun 2025 oleh UI Publishing dan membahas obesitas secara menyeluruh, mulai dari aspek biologis hingga terapi modern berbasis bukti.
Dalam buku ini, obesitas ditegaskan bukan sekadar persoalan berat badan berlebih, melainkan kondisi medis kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti ketidakseimbangan energi, regulasi hormon (leptin, ghrelin, insulin), faktor genetik, pola makan modern, kurangnya aktivitas fisik, hingga aspek psikologis dan lingkungan obesogenik.
Dalam pengantarnya, Prof. Anton Bahtiar menyampaikan bahwa buku ini lahir dari kepedulian terhadap meningkatnya angka obesitas serta berbagai kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.
Ia berharap buku ini dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan praktik nyata di lapangan.
โSaya berharap buku ini dapat membantu pembaca memahami obesitas secara lebih utuhโbukan hanya dari angka di timbangan, tetapi dari aspek biologis, psikologis, hingga sosial. Semoga buku
ini menjadi rujukan ilmiah sekaligus panduan praktis yang mendorong penanganan obesitas secara lebih tepat, komprehensif, dan berdampak bagi masyarakat,” jelas Anton dalam keterangan yang diterima, Kamis (05/03/2026).
Karya ilmiah ini menjadi bukti nyata kontribusi dosen FFUI dalam pengembangan ilmu kefarmasian serta upaya kolektif menghadapi obesitas sebagai masalah kesehatan global.
“Besar harapan hadirnya buku ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya obesitas, sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih dini sehingga risiko penyakit kronis di masa depan dapat ditekan,” pungkas Dekan Farmasi UI, Prof. apt. Silvia Surini, M.Pharm. Sc., Ph.D. (***)
Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar