RUZKA INDONESIA — Saat musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap gejala leptospirosis atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.
Adapun bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Salah satu hewan yang tergolong sebagai perantara penyebab leptospirosis adalah tikus.
Leptospirosis merupakan penyakit menular, yang banyak ditemukan di daerah tropis dengan curah hujan tinggi.
Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori mengungkapkan banyak masyarakat yang masih menyepelekan gejala gejala awal dari leptospirosis di musim hujan seperti ini.
“Masih banyak masyarakat yang tidak peduli dengan penyakit berbahaya ini, serta menanggap sepele gejalanya,” jelas Devi dalam keterangan yang diterima, Senin (26/01/2026).
Menurut Devi, gejala yang biasa terjadi yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, bahkan kekuningan pada kulit hingga mata.
“Masyarakat harus selalu waspada dengan gejala gejala penyakit leptospirosis terutama saat musim hujan seperti ini,” ungkapnya.
Adapun bakteri leptospirosis masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit, selaput lendir pada mata, hidung, dan mulut, serta kulit yang lama terendam air tercemar.
Dia juga menambahkan jika sudah ada tanda gejala yang di rasakan segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat, karena jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan organ dalam bahkan mengancam nyawa.
“Jika sudah mengalami gejala demam, nyeri otot sampai kekuningan, segera periksa ke rumah sakit terdekat. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk”, tegas Devi. (***)
Jurnalis: Aris
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar