RUZKA INDONESIA — Geram dengan ulah pemilik Koat Coffee yang abaikan penyegelan karena tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tetap beroperasi, akhirnya Satpol PP Kota Depok mengambil sikap tegas.
Aparat Satpol PP melakukan penyegelan keseluruhan bangunan Koat Coffee di Jalan Siliwangi Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (12/01/2026).
Penyegelan dilakukan Satpol PP Kota Depok bersama tim gabungan dari unsur Polri, TNI, Dishub, Linmas, serta aparatur kecamatan dan kelurahan setempat
Penyegelan kali kedua ini agar Koat Coffee sama sekali tidak dapat beroperasi. Berdasarkan pemantauan, penyegelan dilakukan dengan memasang kembali plang penyegelan serta spanduk berukuran besar di halaman parkir Koat Coffee.
Selain itu juga dipasang garis kuning serta pintu masuk kedalam kafe dan jendela di pasangin stiker penyegelan.
Koat Coffee dinilai telah melanggar Perda Kota Depok Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, dan Perda Kota Depok Nomor 02 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kota Depok, Hendar Fradesa mengatakan, penyegelan dilakukan dalam rangka pengawasan pasca penindakan Perda yang dilanggar oleh pihak Koat Coffee.
“Hari ini kami melakukan penyegelan, setelah sebelumnya melakukan pemanggilan dan pemberitahuan untuk pelaksanaan hari ini. Dan saat pelaksanaan tidak dihadiri pihak Manajemen Koat Coffee,” ungkap Hendar.
Penyegelan ini dilakukan sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, khususnya tim terpadu untuk melakukan penguatan terhadap manajemen yang telah melakukan pelanggaran.
“Selain itu, kami berpesan kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Kota Depok, khususnya Koat Coffee untuk segera mengurus perizinannya sebelum melakukan aktivitas usaha,” tegas Hendar.
Sebelumnya, sejumlah LSM di Kota Depok melakukan aksi demo dengan mempersoalkan Koat Coffee tetap beroperasi kendati telah disegel pada 29 Desember 2025 lalu.
Bahkan pemilik Kaot Coffee sempat mencabut plang segel, walau akhirnya dipasang kembal. Namun, plang segel ditutup kain dan Kaot Coffee tetap beroperasi hingga Ahad (11/01/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pernyataan para pendemo, keberanian mencopot plang segel itu sudah masuk ranah pidana yang melecehkan kewibawaan Pemkot Depok.
Para pendemo menduga keberanian pemilik Kaot Coffee yang merupakan investor dari Lampung diduga mendapat backingan dari oknum pejabat di Kota Depok.
Tak hanya di Kota Depok, ternyata Koat Coffee di Kota Palembang juga disegel Pemkot Palembang karena tak memiliki IMB. (***)


Komentar
Segel itu karena tdk ada IMB…ujung²nya kan minta duit itu pemda/kot…usaha belum tentu berjalan mulus sdh dimintain duit…belum tentu ada imbal balik nya ke pengusaha..Indonesiakuhhh…masih spt feodal sj deh…upeti lagi..kapan yaaa negara mau kasih makan rakyat nya….tanpa upeti dari rakyatnya…mimpi kah spt itu???
Ya mending urus IMB jelas ada ijin. Jangan seenak jidat nya.
Ya hrs ada izin dong,Kalo g ada izin nya,sama seperti membuat bangunan di tanah org,seandai nya loe yg punya tanah,terus ada yg mendirikan bangunan atau buat usaha disitu,apa loe rela gitu,gw yakin loe lbh bar bar daripada pemkot depok.
Iya bener coba aja contoh Sambal Bakat Indonesia, Bangunan disegel bisa beroperasi sekarang.. coba beda nya apa.?
Aturan ya tetap aturan lah.. IMB dan izin usaha itu wajib, dimanapun diseluruh Indonesia. Kalau gak mau diatur ya jangan usaha..
Betul baget
Dia pikir Buka Usaha dan Survive itu gampang.??
Jangan apa apa main segel aja
Bijak nya mungkin spt ini:
– Pertimbangan nya adalah: ini kan anak bangsa, ya sudah boleh buka sambil di urus IMB nya, gitu ajalah, yg lunak lunak aja sama anak bangsa.
– Anak Bangsa minat usaha / wiraswata itu jarang2 loh.?? Itu kan bisa menciptakan lapangan kerja loh
Support aja lah.
– Trus usaha itu bener, kadang rugi kadang sukses, tapi udah mau buka usaha itu sudah luar biasa loh.? Modal bukan sedikit itu.??
Coba lah pikir bijak
Gak usah galak dan kaku sama anak bangsa, liat morowali sampai dikasih bebas kluar masuk via bandara spt itu.? Itu asing lagi loh..!
Anak bangsa mesti nya lebih lunak aja, di support aja. Siapa lagi yg mau bantu anak bangsa kalau bukan kita sesama, gitu aja sih pandangan saya.
Trims
Setuju sobat 👍
Kenapa gak dibantu saja dan dipermudah urus IMB dan ijin usaha.
Rugi kan kalau tidak neroperasi, pajak makanannya gak ada lagi dan kali btp hari. Itukan jadi pendapatan daerah.
Perlu perbaiki mindset: Makin banyak perusahaan beroperasi, pemda jadi banyak pendapatannya.
Susah ekonomi berkembang, padahal disitu ada penyerapan lapangan kerja. Ekonomi berputar dan seterusnya..padahal kan bisa sambil jalan perizinannya di urus dan diterbitkan. Iklim usaha kalau begini akan tidak baik
Aturan yang bener itu
Ijin dlu kalau udh acc baru bangun
Kendalanya ijin lama keluar
Pengusaha dikejar target
Akhirnya berpikir sambil nunggu proses ijin selesai sambil bangun juga supaya bisa jadi barengan.
Yang ada makin jadi bangunan makin di manfaatkan..
Harusnya simpel supaya pengusaha tidak salah.
Ijinkan atau tidak, beres… Klo tidak tinggal nyari lokasi lain.
Terlalu banyak birokrasi, jaman udah serba canggih dan digital.
Tapi masih lambat aja petugasnya🙏
Setiap pengusaha2 diindonesia udah biasa kaya gitu berani2 karna petugasnya gampang disuap . Ini baru hal kecil . Peraturan apapun sesulit apapun pokoke ada duit beres bos , prinsipnya susah aja mau ngapain dipermudah….weleh2
Peraturan apapun sesulit apapun pokoke ada duit beres bos , prinsipnya …susah aja mau ngapain dipermudah….weleh2
susah aja mau ngapain dipermudah….weleh2
weleh2
Ujung2nya buka lagi,,,nego harga belom deal,,,noh kayak yang di GDC,,,melanggar sempadan sungai,,,tetap bisa beroperasi koq.
Tks atas komen2 nya
Kok bisa sampai jadi bangunannya? Hrsnya penyegelan krn gak ada IMB itu dilakukan waktu gedung sedang dalam pembangunan, bukan sudah jadi dan dioperasikan.
Patut dipertanyakan
Efek merasa ada backing yg dibayar mahal. Peraturan jadi dilanggar.
Ya memang harus patuhi IMB dan aturan operasional usaha. Tapi Pihak Pemkot juga perlu bijak, disini ada kemauan usaha yang perlu disupport- ada potensi pemasukan Pajak, Penyerapan Tenaga Kerja dan Penciptaan Lingkungan yang makin kondusif. Pihak Pemkot perlu lebih jeli penerapan aturan di lapangan, tidak hanya berkutat pada aturan yang kaku dan mengekang. Semoga semua Pihak kedepan bisa lebih apresiatif, produktif dan agresif membangun kebersamaan dan kemajuan masyarakat yang adil makmur sejahtera lahir batin. InsyaAllah. Wassalam.
Iya benar