RUZKA INDONESIA — Majalengka tengah menggenjot pembenahan sektor pendidikan. Upaya itu ditandai dengan peresmian program revitalisasi pendidikan sekaligus sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Jatiwangi, Selasa (20 /1/2026).
Acara tersebut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti bersama Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan.
Program revitalisasi pendidikan yang digulirkan pemerintah pusat dan daerah itu telah menyasar puluhan satuan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
Di Kabupaten Majalengka, total anggaran yang dikucurkan untuk pembenahan sarana dan prasarana pendidikan mencapai sekitar Rp56 miliar. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas ruang belajar, fasilitas penunjang, hingga lingkungan sekolah yang dinilai belum layak.
Di hadapan para pendidik dan pemangku kepentingan daerah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, revitalisasi sekolah dan penerapan TKA merupakan dua instrumen penting untuk memperbaiki kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
“Revitalisasi sekolah dan penerapan Tes Kemampuan Akademik adalah langkah strategis untuk memetakan kualitas pendidikan secara objektif dan berbasis data,” kata Abdul Mu’ti.
Ia berharap kebijakan tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memberi dampak nyata terhadap proses belajar-mengajar di ruang kelas.
Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut. Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mengatakan, revitalisasi pendidikan menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif.
“Program ini adalah wujud keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendorong peningkatan prestasi peserta didik,” ujar Dena.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Muhamad Umar Ma’ruf menambahkan, revitalisasi pendidikan tidak semata menyasar pembaruan fasilitas sekolah.
Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong kesiapan satuan pendidikan dan tenaga pendidik dalam menghadapi TKA 2026 sebagai instrumen evaluasi akademik.
“TKA bukan hanya soal ujian, tetapi alat ukur untuk melihat capaian dan kualitas pembelajaran secara lebih objektif. Karena itu, kesiapan guru dan sekolah menjadi kunci,” kata Umar Ma’ruf.
Kegiatan di SMP Negeri 1 Jatiwangi tersebut diikuti oleh jajaran pejabat pendidikan, tenaga pendidik, serta tokoh masyarakat. Pemerintah berharap momentum ini menjadi titik awal penguatan mutu pendidikan di Majalengka bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga perbaikan kualitas pembelajaran dan tata kelola pendidikan secara menyeluruh. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar