Sekolah
Beranda » Berita » Lewat Program Bertani, Komite SMAN 1 Cikijing Tanamkan Pendidikan Karakter Siswa

Lewat Program Bertani, Komite SMAN 1 Cikijing Tanamkan Pendidikan Karakter Siswa

Ketua komite SMAN 1 Cikijing, H.Baya (kemeja putih), di dampingi Ustadz Omang Abdul Somad bersama jajaran dalam diskusi rencana program sekolah. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Komite sekolah SMAN 1 Cikijing, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar) menggagas program bertani sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Program ini dirancang untuk membentuk sikap mandiri, disiplin, dan kepedulian siswa melalui aktivitas yang berakar pada budaya lokal masyarakat Cikijing.

Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing, H. Baya, mengatakan program tersebut merupakan hasil koordinasi Komite Pancawaluya bersama pihak sekolah.

Menurut H. Baya, pendidikan tidak cukup berhenti pada capaian akademik, tetapi harus menyentuh pembentukan karakter dan nilai hidup siswa.

“Bertani mengajarkan kesabaran, tanggung jawab, dan kerja sama. Nilai-nilai ini penting bagi pembentukan karakter siswa. Apalagi, budaya bertani sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Cikijing,” kata H. Baya, Kamis (22/01/2026).

Pemerintah Perkuat Kesejahteraan Guru Non-ASN pada 2026, Anggaran Rp 14 Triliun Disiapkan

Dalam tahap awal, sekolah bersama komite akan mengembangkan lahan tanam di lingkungan sekolah. Sejumlah komoditas yang direncanakan untuk dibudidayakan antara lain bibit anggur, daun katuk, serta berbagai jenis sayuran.

Seluruh proses, mulai dari penanaman hingga perawatan, akan melibatkan langsung siswa-siswi sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.

Ia menambahkan, keterlibatan siswa dalam kegiatan bertani diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah sekaligus melatih konsistensi dan etos kerja. “Hasilnya mungkin tidak instan, tetapi prosesnya yang mendidik,” jelas H. Baya.

Pihak sekolah menilai program ini sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam aspek gotong royong, kemandirian, dan bernalar kritis.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang aktualisasi siswa untuk belajar dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori di kelas.

Tito Pastikan Sekolah di Aceh, Sumut, dan Sumbar Kembali Aktif 100 Persen Pascabencana

Ke depan, Komite Sekolah SMAN 1 Cikijing berharap program bertani ini dapat berkelanjutan dan menjadi model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sekitar. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *