Nasional
Beranda » Berita » Jembatan Darurat Penghubung Sumedang–Majalengka Dibangun Swadaya, Pangkas Waktu Tempuh hingga 45 Menit

Jembatan Darurat Penghubung Sumedang–Majalengka Dibangun Swadaya, Pangkas Waktu Tempuh hingga 45 Menit

Gunting pita peresmian jembatan apung oleh kedua Forkopimdes, antara Desa Palabuan, Sumedang dan Desa Babakan, Majalengka. (Foto: Dok Eko Widiantoro)

RUZKA INDONESIA — Warga Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar) akhirnya memiliki akses alternatif setelah jembatan utama yang sebelumnya menghubungkan wilayah mereka dengan Kabupaten Majalengka putus.

Sebagai solusi, masyarakat setempat membangun jembatan darurat yang kini menjadi penghubung antara Desa Palabuan, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang dengan Desa Babakan, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

Ketua BPD Desa Palabuan, Dayat mengatakan, keberadaan jembatan alternatif ini sangat membantu aktivitas warga yang sebelumnya harus memutar jauh.

“Dulu warga harus muter lewat Cijelag, Tomo, sampai ke Kadipaten. Itu jauh sekali sampai ke Lingkaran Telur. Sekarang alhamdulillah bisa dipotong, jadi lebih dekat,” ujar Dayat kepada awak media, Ahad (12/04/2026).

Menurutnya, dampak dari jembatan tersebut sangat terasa, terutama dalam efisiensi waktu dan biaya perjalanan. Warga kini bisa menghemat waktu hingga 45 menit.

Tim Gabungan Bersihkan Material Tanah Longsor Jalur Banjarwangi-Singajaya Garut

“Kalau lewat sini, hampir setengah perjalanan hilang. Bensin juga jadi hemat. Biasanya habis dua liter, sekarang cukup satu liter saja,” jelasnya.

Tak hanya warga, para pelaku usaha kecil seperti pedagang keliling juga mulai memanfaatkan jalur tersebut karena lebih cepat dan efisien.

“Sekarang tukang cendol juga lewat sini, karena jalannya lurus, istilah Sundanya ‘ngabentang’,” tambahnya.

Meski sangat membantu, jembatan yang dibangun masih bersifat darurat dan menggunakan material kayu. Ke depan, pemerintah desa bersama masyarakat berencana mengembangkan jembatan menjadi lebih permanen dengan konstruksi baja.

“Rencana ke depan ingin pakai besi WF. Sambil berjalan, kami juga kumpulkan dana tambahan dari masyarakat dan menampung aspirasi warga,” kata Dayat.

Denny Charter Sebut Mundurnya Kader Justru Perkuat PKN Menuju 2029

Untuk mendukung perawatan, nantinya setiap pengguna jembatan akan dikenakan tarif sebesar Rp2.000 sekali melintas. Dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan jembatan.

Sementara itu, Kepala Desa Palabuan Nana Supriatana turut mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat dalam membangun jembatan tersebut. Ia menyebut, pembangunan ini menjadi bukti kuatnya solidaritas warga dalam menghadapi keterbatasan.

“Pembangunan jembatan ini murni swadaya masyarakat, dengan dukungan dari pemerintah desa serta dana pribadi saya sendiri. Kami sangat mengapresiasi partisipasi warga yang begitu tinggi,” ujar Nana.

Ia juga menambahkan, pihak desa akan terus berupaya mencari dukungan agar ke depan jembatan tersebut dapat dibangun secara permanen dan lebih aman digunakan.

“Harapannya ke depan bisa ada bantuan dari pemerintah yang lebih tinggi, sehingga jembatan ini bisa dibangun permanen dan manfaatnya lebih luas,” katanya.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, STS Kalbut Jadi Urat Nadi Distribusi LPG Nusantara

Diketahui, pembangunan jembatan darurat ini dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua minggu. Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong oleh warga Desa Palabuan, dengan dukungan material dari pemerintah desa, termasuk bantuan kayu dari kepala desa.

Meski tidak ada rincian anggaran pasti, nilai pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp120 juta.

Dayat pun berharap, masyarakat dapat menjaga jembatan yang telah dibangun bersama tersebut agar tetap awet dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Warga sangat antusias karena ini mengurangi beban ekonomi. Harapannya, kita sama-sama menjaga, merasa memiliki, dan mengontrol agar jembatan ini bisa bertahan lama, bahkan ke depan bisa jadi permanen,” pungkasnya. (***)

Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom