RUZKA INDONESIA — Ruas jalan provinsi Cikebo di jalur Cigasong–Cikijing, Kabupaten Majalengka, perlahan berubah fungsi. Ia tak lagi semata jalur penghubung antarkecamatan, melainkan menjadi ruang publik terbuka yang merepresentasikan wajah baru pembangunan infrastruktur di wilayah timur Jawa Barat (Jabar).
Aspal yang mulus, tata ruang yang rapi, serta panorama alam yang terbuka menjadikan kawasan ini tidak hanya menunjang mobilitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman ruang yang nyaman bagi masyarakat.
Warga kerap berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan, berinteraksi, bahkan mengabadikan momen. Jalan yang dulu sekadar dilalui, kini menjadi bagian dari aktivitas sosial.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat, sejak 2025 telah dilakukan pembangunan dan perbaikan terhadap 18 ruas jalan provinsi di Kabupaten Majalengka sepanjang 125,83 kilometer.
Tingkat kemantapan jalan disebut telah mencapai 95,50 persen. Cikebo menjadi salah satu ruas yang mencerminkan konsistensi pembangunan tersebut.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyatakan bahwa keberadaan jalan provinsi yang tertata dengan baik memberi dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
“Pembangunan jalan provinsi di Cikebo bukan hanya soal kelancaran lalu lintas, tetapi juga menciptakan nilai tambah. Infrastruktur yang nyaman dan indah mendukung aktivitas ekonomi, pariwisata, serta interaksi sosial warga,” ujar Eman, Jumat (16/01/2026).
Menurut dia, infrastruktur yang berkualitas merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan wilayah.
Jalan yang representatif dinilai mampu membuka peluang investasi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat citra Majalengka sebagai daerah yang ramah bagi pengembangan usaha dan kegiatan publik.
Meski masih terdapat sejumlah ruas jalan provinsi yang membutuhkan penyempurnaan, Pemerintah Kabupaten Majalengka optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan secara bertahap pada 2026.
Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga kualitas infrastruktur menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pembangunan tersebut.
Di sisi lain, Pemkab Majalengka juga terus berupaya meningkatkan kualitas jalan kabupaten dan poros desa. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dinilai krusial agar pemerataan infrastruktur dapat terus ditingkatkan.
Dengan pembangunan jalan yang berkelanjutan, Majalengka tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membangun ruang publik yang layak dan berdaya tarik. Jalan Cikebo menjadi contoh bagaimana infrastruktur dapat berfungsi ganda: sebagai sarana mobilitas sekaligus etalase kemajuan daerah yang membuka ruang kolaborasi, investasi, dan dukungan dari berbagai pihak. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar