Nasional
Beranda » Berita » Jakarta dan Denpansar Umumkan Tidak Gelar Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru, Empati Korban Bencana Alam Sumatera

Jakarta dan Denpansar Umumkan Tidak Gelar Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru, Empati Korban Bencana Alam Sumatera

RUZKA INDONESIA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk rasa empati atas duka korban bencana alam yang terjadi Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat (Sumbar).

Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melalui akun Instagram resminya, @pramonoanungw, pada Ahad (21/12/2025).

Pramono menegaskan, perayaan pergantian tahun tidak seharusnya ditampilkan dengan kemeriahan berlebihan, terlebih ketika saudara-saudara sebangsa tengah dilanda musibah.

“Saya segera memutuskan, kembang api menurut saya juga nggak perlu ada. Yang pertama, yang paling utama, menyambut tahun baru itu bagaimana? Adalah nggak ada kemeriahan yang berlebihan,” tegasnya.

Dukung Kapolri dan DPR, Sahabat Presisi Surati Presiden Prabowo Soal Kedudukan Polri

Menurut Pramono, perayaan malam Tahun Baru di Jakarta akan diarahkan pada kegiatan yang lebih bermakna, termasuk menyediakan ruang khusus bagi masyarakat untuk merenung dan berdoa, seperti mengikuti acara Indonesia Berzikir di Masjid AT Tien TMII Jakarta.

“Pasti nanti akan ada tempat secara khusus untuk kita merenung berdoa,” terangnya.

Meski digelar secara sederhana, Pramono memastikan perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta tetap berlangsung dan diharapkan dapat menjadi momentum kebersamaan sekaligus refleksi.

“Insya Allah, Jakarta tetap menghadirkan kebersamaan, menjaga empati, dan menumbuhkan harapan saat melangkah ke tahun yang baru,” tulis Pramono.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar juga memutuskan untuk meniadakan pesta kembang api dan konser musik pada malam Tahun Baru.

Polres Garut Gelar Shalat Gaib, Doakan Dua Personel Polres Cimahi yang Gugur Saat Tugas Kemanusiaan

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian anggaran daerah yang difokuskan pada pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah Kota Denpasar.

Pemkot Denpasar menilai penggunaan anggaran untuk pesta kembang api lebih baik dialihkan ke kebutuhan yang bersifat mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, perayaan tahun baru tidak menjadi beban tambahan bagi keuangan daerah.

Meski tanpa pesta kembang api, Kota Denpasar tetap menggelar kegiatan perayaan dengan konsep berbeda. Pemerintah kota memilih mengedepankan kegiatan budaya dan kebersamaan masyarakat sebagai simbol menyambut tahun baru secara sederhana dan bermakna.

Empati terhadap korban bencana menjadi alasan utama Jakarta dan Denpasar meniadakan pesta kembang api. Pemerintah menilai perayaan meriah berpotensi menimbulkan kesan kurang sensitif terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah, khususnya di wilayah Sumatra.

Selain faktor empati, aspek keamanan juga menjadi pertimbangan penting. Pesta kembang api kerap menimbulkan gangguan ketertiban, risiko kecelakaan, serta polusi suara. Dengan menghapus agenda tersebut, pemerintah berharap perayaan malam tahun baru dapat berlangsung lebih tertib dan aman.

Dari Sarasehan Seri Asta Cita, Hidup dan Menghidupkan Pancasila

Khusus di Kota Denpasar, peniadaan kembang api berkaitan erat dengan kebijakan prioritas anggaran. Pemkot Depok memilih mengalokasikan dana untuk pemulihan bencana dan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong perayaan berbasis nilai budaya lokal yang lebih sederhana dan relevan.

Keputusan Jakarta dan Denpasar untuk meniadakan pesta kembang api pada perayaan Tahun Baru 2026 menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah daerah dalam memaknai pergantian tahun. Keselamatan, empati, dan prioritas kemanusiaan kini menjadi pertimbangan utama.

Dengan konsep perayaan yang lebih sederhana dan reflektif, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat menyambut tahun baru dengan rasa aman dan kebersamaan. (***)

Editor: Rusdy Nurdiansyah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *