RUZKA INDONESIA — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Depok mulai mengakselerasi arah baru pembangunan literasi melalui penguatan Resolusi 2026.
Adapun hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan pembinaan dan evaluasi program kerja sebagai upaya membangun budaya baca dan pembelajaran yang lebih berkelanjutan dan bermakna.
Resolusi 2026 menjadi pijakan dalam mengubah pendekatan pembangunan literasi dari sekadar mengejar capaian angka menuju penguatan proses dan kualitas.
“Resolusi 2026 kami arahkan untuk membangun komitmen baru. Fokusnya bukan lagi pada target besar, tetapi pada langkah-langkah kecil yang konsisten dan berdampak jangka panjang,” ujar Kepala Diskarpus Kota Depok, Utang Wardaya,. dalam keterangan yang diterima, Kamis (15/01/2026).
Menurut Utang, arah baru tersebut menempatkan kesehatan mental dan fisik, konsistensi proses, serta pertumbuhan diri sebagai fondasi dalam membangun budaya literasi modern.
Literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca, tetapi juga sebagai kemampuan belajar, berpikir kritis, dan meningkatkan kualitas hidup.
“Literasi harus menjadi bagian dari kehidupan yang lebih sadar, seimbang, dan bermakna. Itu yang ingin kami dorong di 2026,” jelas Utang.
Melalui Resolusi 2026, Diskarpus juga memperkuat kolaborasi dengan komunitas literasi, penulis, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas jangkauan serta memperkaya konten kegiatan literasi di Kota Depok.
“Perubahan arah ini membutuhkan kerja bersama. Kolaborasi dengan komunitas menjadi kunci agar gerakan literasi tumbuh secara berkelanjutan,” terang Utang.
Dengan pendekatan tersebut, Diskarpus berharap pembangunan literasi di Kota Depok tidak lagi berorientasi pada hasil instan, melainkan pada proses pembelajaran yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Resolusi 2026 mengajak kita belajar dari pengalaman sebelumnya dan melangkah lebih bijaksana ke depan,” pungkas Utang. (***/Aris)


Komentar