RUZKA INDONESIA — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan konsep berbeda, tidak lagi konvensional, melainkan berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif dan digital.
Lokasi pembangunan BLK direncanakan berada di Kampung Kekupu, kawasan belakang Depok Maharaja.
โUntuk BLK tempatnya di Kampung Kekupu, di belakang Depok Maharaja. Tahun ini kita mulai penyusunan FS dan DED,โ ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Dadang Wihana dalam keterangan yang diterima, Ahad (05/04/2026).
Ia menyebutkan, luas lahan yang disiapkan sekitar 4.000 meter persegi. Namun, untuk kebutuhan anggaran masih menunggu hasil penyusunan Detail Engineering Design (DED).
โAnggarannya nanti setelah DED disusun baru kelihatan,โ terang Dadang.
Dadang menargetkan pembangunan fisik BLK dapat dimulai pada 2027 dan rampung paling lambat 2028.
โInsya Allah tahun depan atau 2027 bisa mulai pembangunan, paling lambat 2028,โ ucap Dadang.
Sementara menunggu pembangunan, Dadang mengungkapkan, program pelatihan akan mulai dijalankan melalui fasilitas sementara.
โEmbrionya saat ini kita mulai di lantai 7 gedung parkir kawasan Balai Kota Depok,โ ungkapnya.
Program tersebut juga akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Menurut Dadang, BLK Depok tidak akan berbentuk seperti balai latihan kerja pada umumnya yang dilengkapi asrama.
โJadi kita bukan BLK yang seperti ada tempat inap dan lain-lain, tetapi sebagai simpul atau hub,โ jelasnya.
BLK ini nantinya akan terhubung dan berkolaborasi dengan balai latihan kerja lain yang sudah ada, termasuk yang dikelola Kementerian Ketenagakerjaan.
Selain itu, BLK juga akan menjadi pusat persiapan tenaga kerja, termasuk bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri melalui program Depok Maju Go Global (DMGG).
Ke depan, BLK Depok akan difokuskan pada pengembangan industri kreatif dan digital, menyesuaikan dengan potensi ekonomi daerah.
โDi Depok nanti lebih banyak ke industri kreatif,โ ujarnya.
Berdasarkan data, sektor ekonomi kreatif unggulan di Kota Depok meliputi, kuliner, fashion, riya (craft), media art (aplikasi, game, robotik, dan lainnya).
โYang paling dominan itu kuliner. Karena tren makan minum saat ini meningkat cukup tinggi,โ jelasnya.
Dengan konsep tersebut, BLK Depok diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan talenta kreatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mendorong daya saing tenaga kerja di tingkat nasional hingga global. (***)
Jurnalis: Risjadin Muhammad
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar