
RUZKA INDONESIA — Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Bandung Barat, melaunching program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika-Satu Kecamatan Satu Koordinator (P4GN-SKSK).
Dalam giat tersebut, BNN Kabupaten Bandung Barat sekaligus melakukan deklarasi bersama stakeholder.
Kepala BNNK Bandung Barat, AKBP Agus Widodo mengatakan dalam melakukan pemberantasan narkoba menjadi desa bersinar wujud implementasi langsung Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
"Mari bergerak bersama menuju Bandung Amanah dan Bersinar (Bersih Narkoba)," ajak Kepala BNNK Bandung Barat, AKBP Agus Widodo dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) SPN Polda Jawa Barat, Kecamatan Cisarua, Rabu, 10 Desember 2025.
Turut hadir Stakeholder seperti Bupati Kabupaten Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra, serta para OPD, organisasi masyarakat, Ketua Kwarcab dan perwakilan para siswa SMP, SMA se Kabupaten Bandung Barat, serta para Kepala BNN Kabupaten jajaran Provinsi Jawa Barat.
Menurut Agus Widodo, peluncuran program inovasi P4GN SKSK sebagai suatu terobosan kreatif dalam hal pencegahan, Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
"Ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat gerakan Bandung Barat Amanah – Bersinar (Bersih Narkoba). Sebagai Implementasi program tersebut, BNNK Bandung Barat menunjuk Koordinator dengan personel pegawai BNNK Bandung Barat sendiri," ungkapnya.
Agus menyebutkan terobosan inovasi ini langkah optimalisasi program P4GN , dalam mempercepat pembentukan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) menjadi elemen mewujudkan visi BNN "Indonesia Bersinar".
Sementara itu wilayah Pemkab Bandung Barat saja, lanjut Agus Widodo memiliki sebanyak 165 desa tersebar di 16 Kecamatan. Maka dengan menugaskan 1 Anggota pada setiap kecamatan diharapkan seluruh kecamatan dapat secara simultan menggelorakan desa bersinar
"Berangkat dari hal tersebut, maka dibuatlah inovasi P4GN SKSK, yang nantinya tiap koordinator berkewajiban untuk mendorong dan menggelorakan pembentukan Satgas-Satgas Desa Bersinar di wilayah kecamatan yang menjadi tanggung jawabnya," jelasnya.
Dengan demikian, setelah dibentuk Satgas Desa Bersinar masing – masing dipimpin kepala desal, Agus berharap Desa bisa membentengi wilayahnya dengan perangkat aturan yang bisa dibuat oleh Desa itu sendiri sesuai (Perdes) dalam UU No 15 Tahun 2019.
"Untuk mewujudkan itu semua tentu kami tetap berkoordinasi dengan Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa terkait dukungan operasional Satgas Desa bersinar melalui dana desa," terang Agus.
Hal ini setidaknya menurut Agus dapat menjadi tonggak penting (Milestone) dalam memperkuat perlawanan terhadap ancaman narkoba di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Deklarasi Bersama Anti Narkoba
Kepala BNNK Bandung Barat, AKBP Agus Widodo menuturkan bersama Stakeholder dan Masyarakat KBB Deklarasi yang diinisiasi oleh BNN Kab Bandung Barat ini merupakan gerakan kolaboratif Anti Narkoba oleh Stake Holder dan Masyarakat KBB yang dipimpin oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat, sebagai simbol komitmen kolektif pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, perangkat desa, dan masyarakat luas.
"Cukup jelas saat acara Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail sangat mendukung program ini karena sudah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda dan memerlukan langkah yang terstruktur serta sinergi lintas sektor untuk menghadapinya," ujar Agus.
Nantinya program P4GN SKSK, lanjut Agus dapat menjadi kebijakan strategis bagi pembangunan daerah serta diintegrasikan ke dalam berbagai rencana aksi, termasuk penguatan Sekolah Bersinar, Desa Bersinar, pengarusutamaan P4GN di lingkungan ASN, hingga pelibatan dunia usaha dan industri.
"Selain itu juga kami membuat calon duta anti narkoba di masing-masing sekolah berjumlah 2 orang dan seorang guru. Hal ini diharapkan dapat menjadi benteng terakhir masa depan Indonesia Emas 2045 dan memiliki peran penting dalam menjaga sekolah dan lingkungan dari bahaya narkoba," paparnya.
Para calon duta anti narkoba ini nanti secara hybrid diikuti oleh 598 sekolah SMP dan SMA di wilayah KBB, Agus menambahkan akan dibina sebagai agen perubahan dan garda depan edukasi anti narkoba.
"Deklarasi bersama ini dapat menjadi komitmen Bandung Barat, dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan pelajar dari ancaman narkoba. Dapat menguatkan kolaborasi dan sinergitas seluruh stakeholder yakni pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan pemerintahan desa, dan dapat mendorong percepatan terwujudnya sekolah bersinar dan desa bersinar di seluruh wilayah kabupaten bandung barat," pungkas Agus. (***)

