RUZKA INDONESIA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Majalengka memanfaatkan momentum peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai ajang konsolidasi sekaligus penguatan spirit pelayanan publik dan keimanan kader.
Kegiatan yang digelar pada Jumat (16/01/2026) itu tak hanya dihadiri kader internal, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat. Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, H. Deden Hardiyan Narayanto, menegaskan bahwa Isra Mi’raj menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas organisasi.
“Alhamdulillah, kegiatan ini bukan hanya untuk kader PKS, tapi juga sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat,” ucap Deden kepada wartawan.
Acara tersebut menghadirkan penceramah KH Nonop Hanafi asal Ciamis, tokoh ulama yang dikenal aktif dalam gerakan sosial kemasyarakatan. Kehadiran sang kiai, kata Deden, turut menambah semangat dan spirit para kader.
Tak hanya itu, antusiasme peserta disebut melampaui target panitia. Dari target awal 300 peserta, jumlah kehadiran justru menembus angka 400 orang, termasuk struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari lima daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Majalengka.
Dalam pemaknaannya terhadap Isra Miraj, Deden menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan horizontal dan vertikal—antara sesama manusia dan dengan Tuhan.
“Isra Mi’raj adalah perjalanan dari bumi ke langit. Ini menjadi patokan bagi kami sebagai partai politik untuk menjaga hubungan horizontal dengan masyarakat melalui pelayanan, sekaligus hubungan vertikal dengan kekuatan langit,” tegasnya.
Menurutnya, PKS harus hadir sebagai partai yang melayani masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual. Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak melalaikan salat, yang menjadi “oleh-oleh” utama dari peristiwa Isra Mi’raj.
“Salat harus menjadi prioritas. Kader PKS jangan lalai dalam salat, karena itu fondasi perjuangan,” katanya.
Selain penguatan spiritual, DPD PKS Majalengka juga menegaskan komitmennya terhadap isu pelayanan publik. Deden menyebut sektor pendidikan, kesehatan, hingga layanan BPJS tetap menjadi agenda perjuangan utama partai.
Saat ini, jumlah kader struktural PKS di Majalengka telah mencapai sekitar 500 orang. Dalam lima tahun ke depan, PKS menargetkan 16.000 anggota pelopor, dengan capaian saat ini sekitar 3.000 anggota aktif.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS, H. Nono S. Ma’arif, menilai momentum Isra Mi’raj sebagai simbol peningkatan dan kebangkitan, tidak hanya secara spiritual tetapi juga dalam kinerja politik.
“Mi’raj itu naik secara vertikal. PKS juga ingin terus meningkat dan naik dalam segala hal, dengan berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Nono.
Ia menambahkan, Isra Mi’raj juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat keimanan melalui salat. Mengutip ungkapan Ash-shalatu Mi’rajul Mukminin, Nono menyebut salat sebagai “mi’rajnya orang beriman” yang harus terus dijaga.
“Ini momentum terpenting bagi kami untuk memperkuat ibadah sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya. (***)
Jurnalis: Eko Widiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar