Nasional
Beranda ยป Berita ยป Cegah Kasus Deportasi Terulang, Pengawasan Jalur Tikus Diperketat di PLBN Motaain

Cegah Kasus Deportasi Terulang, Pengawasan Jalur Tikus Diperketat di PLBN Motaain

Rapat bersama pimpinan CIQS yang membahas peningkatan pengawasan jalur tikus di sekitar PLBN Motaain. (Foto: Dok BNPP RI)
Rapat bersama pimpinan CIQS yang membahas peningkatan pengawasan jalur tikus di sekitar PLBN Motaain. (Foto: Dok BNPP RI)

RUZKA INDONESIA – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bersama TNI, Polri, dan Customs, Immigration, Quarantine (CIQ) berkomitmen memperketat pengawasan pada jalur-jalur perlintasan tidak resmi atau jalur tikus yang berada di sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kepala PLBN Motaain Engelberthus Klau mengatakan bahwa kerja sama dan sinergisitas memang diperlukan untuk memperkuat pengawasan pada jalur-jalur tersebut.

Salah satu contoh yang perlu diawasi, kata dia, adalah imbas kebijakan Pemerintah Timor Leste yang tidak lagi mengizinkan perguruan pencak silat untuk menyelenggarakan kegiatan pengesahan anggota perguruan di Dili.

โ€œKami tidak menginginkan kejadian pada Agustus 2021 sebanyak 705 warga negara asing (WNA) asal Timor Leste dideportasi melalui PLBN Motaain kembali terulang. Pada waktu itu, sebagian besar warga Timor Leste yang dideportasi adalah anggota perguruan silat karena tidak memiliki kelengkapan dokumen,โ€ ujarnya, kemarin.

Sementara itu, Koordinator Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Satuan Pelayanan PLBN Motaain, Nina Liban, mengatakan peningkatan pengawasan pada jalur perlintasan tidak resmi harus dilakukan guna mencegah masuknya media-media pembawa hama penyakit hewan karantina.

Ledakan Tabung Gas Picu Kebakaran Kafe di Depok, Ini Faktanya

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan guna mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan hewan, tumbuhan dan manusia.

Selain itu, Komandan Kompi Pertempuran (Dankipur) I Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI โ€“ RDTL Yonif RK 742/SWY Pos Motaain, Ginanjar, mengatakan antara Satgas Pamtas dan para pihak di PLBN harus saling bekerja sama dan terus memperkuat koordinasi untuk pengamanan perbatasan di sekitar PLBN Motaain.

โ€œDengan adanya kerja sama dan koordinasi yang baik, pengamanan dan pengawasan pada titik-titik perlintasan tidak resmi akan makin kuat, sehingga dapat meminimalisir aktivitas perlintasan ilegal, dan mencegah masuknya sumber-sumber penyakit melalui media-media pembawa penyakit,โ€ kata Ginanjar. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom