Kolom
Beranda » Berita » Catatan Cak AT: Sisa Optimisme

Catatan Cak AT: Sisa Optimisme

Foto ilustrasi Catatan Cak AT: Sisa Optimisme. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Pagi itu, awal Januari 2026, ruang hotel tempat Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN PIM) berkumpul terasa lebih serius dari biasanya.

Bukan karena karpetnya baru diganti atau kopinya mendadak pahit —kopi hotel selalu pahit secara ideologis— melainkan karena topik yang dibicarakan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan fondasi cara kita bertengkar sebagai bangsa.

Saya yang selalu berjiwa wartawan pun ikut duduk di deretan kursi depan bersama rekan-rekan pengurus DN PIM.

Dari kursi yang posisinya lebih tinggi 20 cm dari lantai, saya menyaksikan wajah rekan-rekan sesama wartawan yang setengah penasaran, setengah curiga, seolah bertanya dalam hati: “Ini negara mau maju atau mau mundur ke zaman pasal karet?”

Rekan-rekan DN PIM yang tampil —Prof Din Syamsuddin, Prof Philip K Wijaya yang datang jauh dari Surabaya, Prof R. Siti Zuhro, Prof Fadhilah Suralaga, Kak Ulla Nuchrowati Usman, Mbak Widya Murni, dan Umar Husin— tentu tak kaget dengan wajah-wajah itu. Mereka pernah muda, dan juga aktivis yang kenyang makan-minum garam kehidupan.Pikiran yang dituangkan DN PIM kali ini, kalau boleh dibilang, bukan sekadar kumpulan kalimat yang rapi dan beradab, melainkan semacam alarm kebangsaan yang bunyinya sengaja tidak dibuat nyaring, tapi justru mengganggu nurani. Ia tidak berteriak seperti sirene ambulans, tetapi mengetuk pelan seperti tamu tua yang membawa kabar buruk.

Hati-hati dengan Doamu: Pelajaran Mahal dari “Pilihan” Nabi Yusuf AS

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *