RUZKA INDONESIA — Duka yang mendalam juga dirasakan oleh Keluarga Besar Aliansi Masyarakat Maluku (AMMAL) Kota Depok.
Dua Korban Penganiayaan yang berujung tewasnya salah satu korban oleh oknum TNI AL, juga diduga melibatkan orang banyak yang terjadi di Gang Swadaya Emas, RT 004 / 001 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat (2/01/2026) lalu.
Ketua Umum AMMAL, H Moren, meminta Polres Metro Depok untuk menangkap pelaku lain, yang diduga turut melakukan penganiayaan dan pembunuhan sadis terhadap Almarhum Wajir Ali Tuankota.
Tentu hal tersebut agar hukum bisa ditegakan dengan adil tanpa pandang bulu. diduga pelakunya bukan hanya satu orang.
“Dilihat dari luka-luka yang dialami oleh almarhum korban, ini bukan dilakukan oleh satu atau dua orang,” terang Moren dalam keterangan yang diterima, Sabtu (03/01/2026).
Ia menilai peristiwa ini sebagai kejahatan serius terhadap nyawa manusia dan pelanggaran berat HAM serta terhadap prinsip negara hukum.
“Kepada pihak Polres Metro Depok, kami meminta agar bisa mengungkap kasus penganiayaan serta pembunuhan ini dengan benar dan transparan, pelaku yang lainnya juga dapat ditangkap agar bisa memberi efek jera kepada masayarakat lainnya, supaya tidak main hakim sendiri, kan ada Polisi,” jelas Moren
Peristiwa tersebut meninggalkan luka mendalam bagi anak, istri dan keluarga serta sanak saudara korban.
Korban meninggal, Wajir Ali Tuankota (24) masih memiliki anak kecil yang butuh perhatian, bimbingan dan nafkah untuk kelangsungan masa depannya
Sedangkan temannya, Dede Naigrata (39) seorang tukang parkir, akibat penganiayaan tersebut mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh dan masih menjalani perawatan.
Seorang prajurit TNI AL berinisial Serda M telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer Kodaeral III untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, memaparkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika Serda M bersama sejumlah warga mencurigai keberadaan dua orang yang datang ke lingkungan tempat tinggalnya. Kedua korban saat itu diduga hendak melakukan transaksi ilegal, sehingga memicu tindakan main hakim sendiri.
Menurut Tunggul, kecurigaan tersebut berujung pada tindakan kekerasan fisik yang dilakukan secara berlebihan. Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah. Salah satu korban kemudian meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RS Bhayangkara Brimob, sementara korban lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Tunggul menyampaikan bahwa TNI AL menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas insiden tersebut. Ia juga menegaskan bahwa institusinya menyesalkan terjadinya peristiwa penganiayaan yang melibatkan prajurit aktif.
Lebih lanjut, TNI AL memastikan bahwa proses hukum terhadap Serda M akan dilakukan secara terbuka dan profesional. Pihaknya berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan militer.
Sementara itu, Kasie Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan penemuan dua korban penganiayaan pada Jumat (02/01/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Kedua korban ditemukan berada di dalam sebuah mobil boks di wilayah hukum Polsek Cimanggis.
Setelah laporan diterima, kedua korban segera dievakuasi ke RS Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setelah menjalani perawatan, satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya selamat dan masih dirawat. (***/Aris)
Editor: Rusdy Nurdiansyah


Komentar