Nasional
Beranda ยป Berita ยป BKN Tegaskan Penegakan Meritokrasi Jadi Pilar Utama dalam Misi Pemerintahan Presiden Prabowo

BKN Tegaskan Penegakan Meritokrasi Jadi Pilar Utama dalam Misi Pemerintahan Presiden Prabowo

Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: Do Dwi Retno Sari)

RUZKA INDONESIA — Komitmen pemerintah dalam merombak wajah birokrasi Indonesia semakin nyata. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa penegakan meritokrasi menjadi pilar utama dalam misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui penyempurnaan talent pool dan manajemen talenta, BKN berupaya memastikan pengisian jabatan di instansi pemerintah tidak lagi berdasarkan faktor subjektif, melainkan berbasis pada kinerja dan potensi yang terukur.

Dalam keterangan tertulisnya, Prof. Zudan menyoroti bahwa visi besar pimpinan daerah maupun pusat untuk meningkatkan pelayanan publik hanya akan menjadi slogan tanpa dukungan SDM yang mumpuni, Sabtu (10/01/2026).

โ€œVisi peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik hanya akan berdampak nyata jika ditopang oleh sistem pengelolaan sumber daya manusia yang tepat,โ€ ujar Prof. Zudan.

Sebagai pembina teknis, BKN tidak hanya merilis kebijakan, tetapi turun langsung melakukan “jemput bola” melalui:

Ramadhan, Sejumlah Lingkungan Pemukiman di Depok Dihiasi Lampu Warna-warni dan Ornamen Bernuansa Islami, Mazhab: Ini Keren!

  1. Coaching Clinic & Pendampingan Intensif, Memberikan konsultasi spesifik sesuai kebutuhan instansi.
  2. Tailoring Pembinaan, Menyesuaikan strategi dengan tingkat kesiapan masing-masing instansi.
  3. Sosialisasi Masif, Memastikan pemahaman konsep manajemen talenta merata di seluruh Indonesia.

Data menunjukkan progres yang luar biasa. Jika selama periode 2016โ€“2024 hanya ada 42 instansi yang mendapat persetujuan penerapan manajemen talenta, angka tersebut melonjak tajam pada awal tahun 2025 menjadi 122 instansi.

“Lonjakan ini mencapai sekitar 188 persen. Ini membuktikan adanya akselerasi signifikan hasil dari pembinaan yang lebih intensif dan terarah,” ungkap Prof. Zudan.

Efektivitas sistem ini mulai dirasakan dalam manajemen karier. Hingga saat ini, sebanyak 52 instansi telah resmi mengisi jabatan melalui mekanisme manajemen talenta. Artinya, promosi dan mutasi di instansi tersebut kini melewati penyaringan ketat berbasis data talenta.

Prof. Zudan, menegaskan bahwa manajemen talenta bukan lagi sekadar kebijakan normatif di atas kertas, melainkan mesin penggerak birokrasi yang operasional.

Ke depan, BKN akan memberikan perhatian khusus pada instansi yang belum memulai proses ini. Fokus utamanya adalah mempercepat integrasi sistem bagi instansi yang masih dalam tahap berproses.

Diskomimfo Majalengka Mulai Bangun Internet Publik, Dari Taman hingga Pasar

โ€œDengan konsistensi, pendekatan adaptif, dan komitmen pimpinan, manajemen talenta ASN akan menjadi fondasi kuat bagi birokrasi Indonesia yang profesional, berintegritas, dan berdampak nyata bagi masyarakat,โ€ pungkasnya. (***)

Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyha@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom