Sekolah
Beranda » Berita » Asyiknya Membuat Projek FlashCard Planet Berbasis 3D/AR dengan Assemblr Edu di SMP School Of Human

Asyiknya Membuat Projek FlashCard Planet Berbasis 3D/AR dengan Assemblr Edu di SMP School Of Human

SMP School Of Human, inovasi pembelajaran semakin nyata melalui kegiatan “Asyiknya Membuat Projek FlashCard Planet berbasis 3D/AR dengan Menggunakan Assemblr Edu”. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Pembelajaran sains di era digital kini tidak lagi terbatas pada buku teks dan gambar dua dimensi. Di SMP School Of Human, inovasi pembelajaran semakin nyata melalui kegiatan “Asyiknya Membuat Projek FlashCard Planet berbasis 3D/AR dengan Menggunakan Assemblr Edu”.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi Augmented Reality (AR) dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Sistem Tata Surya agar lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa.

Pelatihan ini diawali dengan penguatan konsep dasar Sistem Tata Surya oleh guru mata pelajaran. Siswa diajak mengulas kembali materi tentang matahari sebagai pusat tata surya, delapan planet, karakteristik masing-masing planet, hingga fenomena alam seperti rotasi, revolusi, dan orbit.

Guru menyampaikan materi dengan pendekatan visual dan diskusi interaktif, sehingga siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami konsep ilmiah di baliknya.

Setelah pemahaman konsep terbangun, siswa diperkenalkan dengan Assemblr Edu, platform pembelajaran berbasis 3D dan AR yang dirancang khusus untuk kebutuhan pendidikan.

Ribuan Sekolah Terdampak Banjir Siklon Senyar, Pemerintah Percepat Rehabilitasi di 3 Provinsi Sumatera

Guru menjelaskan fitur-fitur utama Assemblr Edu, seperti galeri aset 3D, ruang kerja projek, alat manipulasi objek, serta fitur publikasi yang memungkinkan hasil karya siswa diakses melalui barcode. Pengenalan ini penting agar siswa merasa percaya diri dan siap bereksplorasi dengan teknologi baru.

Memasuki tahap praktik, siswa mulai membuat projek FlashCard Planet mereka sendiri. Dengan dipandu guru, mereka mengklik menu “Buat Projek” di Assemblr Edu, lalu memilih dan memasukkan aset 3D planet yang ingin dibuat—misalnya Bumi, Mars, atau Saturnus lengkap dengan cincinnya. Siswa dapat memutar, memperbesar, dan mengatur posisi planet dalam ruang 3D, sehingga mereka bisa mengamati detail bentuk dan teksturnya dari berbagai sudut.

Proses ini bukan sekadar teknis, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Siswa berdiskusi tentang warna planet, ciri khasnya, serta informasi penting yang akan mereka cantumkan di kartu flashcard.

Mereka belajar menyederhanakan informasi ilmiah menjadi poin-poin ringkas yang mudah dipahami, sebuah keterampilan literasi sains yang sangat relevan di abad ke-21.

Setelah projek 3D selesai, siswa mempublikasikan hasil karyanya di Assemblr Edu. Sistem kemudian menghasilkan barcode unik yang dapat diunduh. Barcode inilah yang menjadi jembatan antara dunia digital dan fisik.

Petualangan Visual di Ruang Kelas: Menciptakan Pembelajaran yang Tak Terlupakan

Siswa memasukkan barcode tersebut ke dalam desain kartu flashcard yang mereka buat—baik dicetak maupun dirancang secara digital.

Saat flashcard dipindai menggunakan gawai, planet akan muncul dalam bentuk 3D/AR seolah-olah “melayang” di atas kartu.

Momen ini menjadi bagian paling menyenangkan bagi siswa. Mereka tak hanya melihat gambar statis, tetapi berinteraksi langsung dengan model 3D planet yang terasa hidup dan nyata.

Guru SMP School Of Human menilai bahwa metode ini sangat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar.

Pembelajaran berbasis projek (project-based learning) yang dipadukan dengan AR membuat siswa lebih aktif, kolaboratif, dan bertanggung jawab terhadap hasil karyanya.

Cara Mudah Membuat Buku Cerita Interaktif 3D/AR untuk Pembelajaran dengan Gemini dan Assemblr Edu

Selain itu, keterampilan digital mereka juga terasah, mulai dari penggunaan aplikasi, desain visual, hingga komunikasi ilmiah.

Dari sisi pedagogis, projek FlashCard Planet berbasis 3D/AR ini juga mendukung pembelajaran berdiferensiasi.

Siswa dengan gaya belajar visual dan kinestetik dapat lebih mudah memahami materi, sementara siswa lain tetap bisa berkontribusi melalui riset, penulisan, atau desain kartu.

Inisiatif seperti ini menegaskan komitmen SMP School Of Human dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi digital.

Dengan memanfaatkan Assemblr Edu, sekolah tidak hanya mengajarkan materi Sistem Tata Surya, tetapi juga membekali siswa dengan kreativitas, literasi teknologi, dan keterampilan abad 21.

Ke depan, model pembelajaran ini berpotensi dikembangkan untuk topik lain, seperti ekosistem, sel dan organel, atau bahkan sejarah dan budaya.

Asyiknya membuat projek FlashCard Planet berbasis 3D/AR menjadi bukti bahwa belajar sains bisa seru, bermakna, dan tak terlupakan. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom