RUZKA INDONESIA — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok memastikan ketersediaan dan harga daging sapi di pasar tradisional masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Berdasarkan laporan harian Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar, harga daging sapi di Kota Depok masih berada pada kisaran normal.
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar wilayah Depok tetap berjualan seperti biasa. Tidak ditemukan aksi mogok dagang secara massal seperti yang disampaikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta.
“Tidak ada mogok. Alhamdulillah, seluruh pedagang daging sapi di Depok masih berjualan seperti biasa hari ini,” ucap Kepala Disdagin Kota Depok, Widyati Riyandani dalam keterangan yang diterima, Ahad (25/01/2026).
Berdasarkan hasil monitoring Disdagin per 23 Januari 2026, harga daging sapi di pasar-pasar wilayah Kota Depok tercatat berkisar Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram, termasuk di pasar induk.
“Harga tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi pasokan dari Rumah Potong Hewan (RPH). Meski demikian, stok daging sapi dipastikan tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Depok,” ungkap Widyati.
Meski APDI menginstruksikan mogok dagang di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 22–24 Januari 2026, Disdagin Kota Depok memastikan sebagian besar pedagang tetap beroperasi dengan memanfaatkan stok daging yang tersedia.
“Pedagang tetap berjualan menggunakan stok daging sapi segar maupun daging beku. Insya Allah, tidak ada penutupan lapak di Kota Depok,” tegas Widyati.
Dia menambahkan, Disdagin Kota Depok berkomitmen untuk terus mengintensifkan operasi pasar stabilisasi bersama distributor, termasuk pemberian subsidi logistik guna menekan harga hingga menjelang Ramadan.
“Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkas Widyati. (***)
Jurnalis: Aris
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdianayah69@gmail.com


Komentar