Bisnis
Beranda ยป Berita ยป Ducati Superleggera V4 Centenario, Ubah Kebebasan Jadi Teknik dan Performa

Ducati Superleggera V4 Centenario, Ubah Kebebasan Jadi Teknik dan Performa

Ducati Superleggera V4 Centenario. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA INDONESIA — Sejak kelahirannya, Ducati telah berpegang pada satu keyakinan: batas bukanlah hambatan, melainkan titik awal.

Dalam satu abad sejarahnya, pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale ini telah menciptakan motor yang mampu melampaui dan mendefinisikan ulang ekspektasi, hasil dari semangat, visi, ketelitian teknik, dan tekad.

Lalu ketika motor itu adalah Superleggera, misi Ducati selalu sama: menciptakan motor impian, tanpa batas dan tanpa kompromi.

Bukan sekadar soal penampilan, bukan pula sebuah prototipe, melainkan keinginan untuk mengubah kebebasan menjadi teknik dan performa.

Di tahun peringatan seratus tahunnya, yang merangkum satu abad momen-momen yang telah menandai sejarah pabrikan Borgo Panigale, Ducati menghadirkan motor jalan raya paling ekstrem yang pernah dikembangkan: Superleggera V4 Centenario terbaru.

Tampilkan Warna Ikonik Reign, Jeep Rayakan 4×4 Day dengan Hadirkan Wrangler & Gladiator Model Year 2026 di Indonesia

Motor Superleggera lahir ketika para insinyur Ducati diberi kebebasan total. Tanpa batas. Tanpa kompromi. Hanya satu tujuan: menciptakan motor supersport legal jalan raya yang menjadi impian setiap penggemar.

Setiap Superleggera mendorong batas teknologi di dunia sepeda motor. Mesin Borgo Panigale ini menghadirkan solusi yang belum pernah terlihat sebelumnya pada motor produksi massal. Membuka peluang baru.

Mengubah Aturan Main

Superleggera V4 Centenario lahir sebagai edisi terbatas yang hanya diproduksi sebanyak 500 unit bernomor, berbasis pada Superbike Ducati generasi ketujuh.

Menampilkan rangka yang sepenuhnya terbuat dari serat karbon, serta menandai debut sistem pengereman karbon-keramik pertama dan garpu depan dengan tabung serat karbon yang pernah dipasang pada motor legal jalan raya.

GSM Tandatangani Perjanjian Pinjaman Investasi Senilai Rp600 Miliar dengan BCA

Motor ini juga menjadi yang pertama menggunakan garpu dengan selongsong serat karbon, serta yang pertama mampu menghasilkan tenaga hingga 228 hp, yang meningkat menjadi 247 hp dengan knalpot balap*.

Bobot basah tanpa bahan bakar hanya 173 kg, dan akan turun menjadi 167 kg saat menggunakan paket balap yang disertakan sebagai paket bawaan standar.

Setiap serat karbon, baut titanium, dan detail kecilnya dirancang untuk mengejar kesempurnaan. Inilah hal yang hampir mustahil yang pernah kami ciptakan.

Hingga kini Ducati adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang mampu memproduksi motor seperti ini. Kuda besi edisi terbatas yang sangat diburu oleh para kolektor di seluruh dunia.

Unicorn sejati dalam dunia sepeda motor, diciptakan bagi mereka yang memahami bahwa memiliki Superleggera berarti jauh lebih dari sekadar memiliki sebuah motor.

Memastikan Distribusi LPG ke Masyarakat Berjalan Optimal di Jakarta dan Sekitarnya

Hal ini dimulai pada tahun 2013 dengan 1199 Superleggera perdana, motor pertama dengan rangka, lengan ayun, dan roda berbahan paduan magnesium.

Batasan yang sudah maksimal ini kembali dilampaui pada 2016 melalui 1299 Superleggera, menjadi yang pertama memperkenalkan rangka sepenuhnya dari serat karbon.

Standar kembali ditingkatkan pada 2020 dengan Panigale V4 Superleggera, motor yang membawa aerodinamika ke tingkat ekstrem. Kini, melalui Superleggera V4 Centenario, Ducati menulis ulang batasan apa yang mungkin bisa dicapai oleh sebuah motor produksi.

Selain 500 unit Superleggera V4 Centenario, terdapat juga 100 unit Superleggera V4 Centenario Tricolore, yang semakin menandai tonggak bersejarah bagi pabrikan yang berbasis di Borgo Panigale ini.

Corak (livery) tersebut menciptakan hubungan antara tradisi, masa kini, dan masa depan, dengan menggabungkan visi teknologi baru dengan warna-warna tradisional.

Corak ini merayakan warisan 750 F1 Endurance Racing, model balap โ€œklasikโ€ terakhir yang menggunakan dua katup sekaligus salah satu Ducati paling ikonik dan langka dari era 1980-an.

Warna Tricolore yang dahulu mendominasi lintasan balap kini dihadirkan kembali dalam desain yang diperbarui, memadukan pesona retro dengan sentuhan modern.

Hasilnya adalah sebuah corak yang sangat menggugah, diciptakan untuk mereka yang mencintai semangat autentik kejayaan masa lalu tanpa mengorbankan gaya dan teknologi masa kini.

Superleggera V4 Centenario menawarkan kesempatan untuk mewujudkan mimpi yang lebih luar biasa lagi. Dua puluh enam pemiliknya akan mendapatkan akses ke MotoGP Experience, satu hari di sirkuit, dipandu oleh instruktur Ducati, untuk merasakan performa Superleggera, ditutup dengan momen puncak yang menakjubkan dengan menunggangi DesmosediciGP26.

MotoGP Experience ini akan berlangsung pada tanggal 6 dan 7 Juli, tidak lama setelah World Ducati Week 2026.

Rem dan Suspensi yang Berasal dari Teknologi MotoGP

Superleggera V4 Centenario adalah motor jalan raya pertama di dunia yang dilengkapi dengan cakram rem karbon-keramik serta telah diizinkan untuk penggunaan di jalan raya.

Cakram Brembo terbaru ini dirancang dengan inti berbahan C/SiC, yaitu senyawa keramik yang diperkuat serat karbon.

Teknologi ini menawarkan kombinasi unik antara bobot ringan, kekakuan, dan stabilitas termal. Cakram tersebut tetap mempertahankan efisiensinya bahkan pada suhu yang sangat tinggi, sehingga memastikan pengereman yang konsisten meskipun dalam penggunaan ekstrem, tanpa tambahan bobot dari cakram logam yang berdiameter lebih besar dan lebih tebal.

Jika dibandingkan dengan cakram baja, cakram karbon-keramik baru ini menawarkan tingkat daya pengereman yang sama, namun dengan pengurangan bobot sebesar 450 gram per cakram serta momen inersia yang 40% lebih rendah.

Penurunan inersia ini meningkatkan kegesitan motor, sehingga menjadi lebih alami dan presisi saat masuk tikungan.

Dibandingkan dengan cakram standar Panigale V4 berdiameter 330 mm, cakram karbon-keramik memiliki bobot yang sama tetapi inersia yang lebih rendah, berkat distribusi massa yang lebih optimal, dan tentu saja menawarkan ketahanan yang jauh lebih unggul terhadap penggunaan ekstrem di lintasan balap.

Sistem ini juga dilengkapi dengan kaliper Brembo GP4-HY monoblock terbaru yang diproses dari aluminium padat, dengan sirip pendingin terintegrasi dan piston berukuran berbeda, 30 mm dan 34 mm.

Kaliper ini menggunakan sistem anti-drag yang sepenuhnya melepaskan cakram saat pengendara melepaskan tuas, sehingga menghilangkan torsi sisa dan meningkatkan kelancaran saat memasuki tikungan. Kampas rem dikembangkan khusus untuk bekerja optimal dengan permukaan karbon-keramik.

Suspensi ini juga mencatat rekor dunia perdana, Superleggera V4 Centenario adalah motor jalan raya pertama yang dilengkapi dengan garpu ร–hlins NPX 25/30 Carbon bertekanan dengan lengan berbahan serat karbon yang dibuat menggunakan lapisan yang disusun searah untuk mencapai penghematan bobot maksimal dibandingkan produksi konvensional.

Pengurangan bobot dibandingkan Panigale V4 R mencapai 8%, dan bertambah 10% dibandingkan Panigale V4 standar, dengan peningkatan nyata saat berbelok dan kepekaan bagian depan motor.

Garpu, yang bersifat mekanis untuk meminimalkan berat, menjaga kartrid tetap bertekanan, mengurangi kavitasi, dan memberikan dukungan yang lebih konsisten saat pengereman dan memasuki tikungan.

Di bagian belakang, peredam kejut ร–hlins TTX36 GP LW dilengkapi dengan pegas baja khusus untuk bobot yang sangat ringan dan katup yang berasal dari teknologi MotoGP meningkatkan kemampuan meredam guncangan kecil serta memungkinkan penyetelan hidraulik tanpa alat.

Sistem penghubung suspensi, yang tidak dapat disetel, terbuat dari titanium, sekali lagi untuk bobot yang sangat ringan. Kombinasi ini menghadirkan suspensi ala MotoGP bagi para penggemar.

Rangka Serat Karbon

Pada Superleggera V4 Centenario, usaha tanpa henti untuk mendapatkan bobot ringan dan mengejar presisi tingkat tinggi yang menjadi sebuah ciri khas keahlian (craftsmanship) kelas atas telah mencapai salah satu puncaknya dalam sejarah Ducati.

Seluruh rangka terbuat dari serat karbon: rangka utama, lengan ayun, subrangka (subframe), dan roda dikembangkan menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan di MotoGP dan Formula 1.

Cara yang radikal dan tanpa kompromi ini menghadirkan solusi prototipe ke jalan raya.

Rangka depan dari karbon memiliki bobot 17% lebih ringan dibandingkan rangka aluminium pada Panigale V4, dengan kekakuan yang dikalibrasi untuk meningkatkan cengkeraman saat menikung dan kecenderungan alami untuk menutup garis lintasan.

Lengan ayun dibuat menggunakan proses sacrificial mandrel memungkinkan struktur monolitik yang sangat ringan.

Dibandingkan komponen aluminium, bobotnya 21% lebih ringan, sambil mempertahankan nilai kekakuan lateral dan torsi yang setara untuk memastikan cengkeraman maksimal saat keluar dari tikungan.

Setiap elemen rangka telah dirancang dengan tekad dan fokus penuh untuk mencapai bobot paling ringan.

Roda lima jari-jarinya hampir 300 gram lebih ringan dibandingkan Panigale V4 S Carbon, subrangka (subframe) depan 200 gram lebih ringan, dan monokok belakang mengurangi bobot sebesar 1,4 kg.

Hasilnya, bobot hanya 173 kg dalam konfigurasi jalan raya, yang turun menjadi 167 kg saat dipasang dengan racing kit yang disediakan sebagai paket bawaan standar.

Guna memastikan kualitas struktural tertinggi, setiap komponen serat karbon pada setiap Superleggera diperiksa menggunakan tiga metode uji non-destruktif yang berbeda: Transient Active Thermography, Phased Array Ultrasonics, dan Computed Axial Tomography. Ini adalah proses yang sama dengan yang digunakan dalam industri dirgantara, dan yang telah diterapkan Ducati pada semua model Superleggera sejak 1299.

Mesin Desmosedici Stradale R1100

Superleggera V4 Centenario memperkenalkan mesin baru: Desmosedici Stradale R 1100, yang dikembangkan khusus untuk proyek ini guna menciptakan Superleggera paling canggih yang pernah dibuat.

Kapasitas silinder meningkat dari 998 menjadi 1.103 cc berkat panjang langkah piston (stroke) yang diperpanjang dari 48,41 mm menjadi 53,5 mm. Modifikasi ini memungkinkan torsi lebih besar dan dorongan lebih kuat pada putaran menengah, tanpa mengorbankan akselerasi.

Dalam konfigurasi Euro 5+ untuk jalan raya, mesin menghasilkan 228 hp, yang meningkat menjadi 247 hp saat menggunakan knalpot balap Akrapoviฤ dan oli Ducati Corse Performance. Sebuah pencapaian yang belum pernah diraih oleh motor produksi manapun.

Mesin ini 3,6 kg lebih ringan dibandingkan unit 1.103 cc pada Panigale V4 dengan kopling kering (dry clutch).

Pengurangan bobot ini dicapai melalui penggunaan titanium, baut yang lebih ringan, serta komponen internal yang didesain ulang untuk mengurangi massa berputar.

Piston dengan dua ring (satu ring kompresi dan satu ring pengikis oli) menggunakan teknologi โ€œbox-in-boxโ€ dan dilengkapi pin piston berukuran lebih besar untuk menangani peningkatan tenaga.

Kepala silinder mempertahankan konfigurasi yang sama seperti mesin 998 cc Desmosedici Stradale R, dengan katup masuk titanium berdiameter 34 mm dan katup buang baja berdiameter 27,5 mm. Keenam belas katup menggunakan semi-cone titanium, solusi yang khas pada mesin balap.

Penyetelan waktu sistem Desmodromic dilakukan secara manual dan disertifikasi melalui pelat yang ditandatangani oleh teknisi yang melakukan pemeriksaan. Keahlian terbaik diterapkan pada teknologi canggih.

Poros engkol dibuat lebih ringan dengan mengganti penyeimbang berbahan baja dengan sisipan tungsten yang jauh lebih padat dibandingkan baja.

Hal ini memungkinkan efek penyeimbangan yang sama dicapai dengan ukuran sisipan yang lebih kecil dan lebih padat, terutama ketika ditempatkan di bagian paling luar, yaitu pada radius yang besar, di mana kontribusinya paling signifikan.

Hasilnya adalah putaran mesin yang lebih cepat naik dan respons gas yang lebih spontan, sekaligus mengurangi beban pada bantalan dan komponen mekanis, serta tetap menjaga kekuatan yang diperlukan untuk menahan tingkat tenaga yang dihasilkan.

Mesin โ€œbernapasโ€ melalui katup/bodi pengatur udara di mesin (throttle bodies) berbentuk oval berdiameter 56 mm, lebih besar dibandingkan 52 mm pada Desmosedici Stradale.

Corong saluran udara masuk mesin dibuat tetap (fixed) untuk mengurangi bobot dan dioptimalkan dengan panjang berbeda (20 mm di sisi kiri dan 10 mm di sisi kanan) guna meningkatkan aliran udara. Injektor bagian atas memiliki atomisasi yang lebih baik berkat ujung nosel yang mendekatkan semprotan ke saluran masuk.

Sistem pembuangan menggunakan bahan titanium dengan diameter yang ditingkatkan menjadi 41,7 mm serta peredam suara gas buang (silencer) Akrapoviฤ yang tak diragukan lagi. Saluran masuk dan buang dipoles, seperti pada mesin balap terbaik.

Transmisi mengandalkan Ducati Racing Gearbox, dengan posisi netral berada di bawah gigi pertama, bukan di antara gigi pertama dan kedua.

Solusi ini, berkat sistem Ducati Neutral Lock (DNL), menghilangkan kemungkinan netral tersenggol secara tidak sengaja sehingga kehilangan engine brake pada fase pengereman terakhir dan paling kritis saat memasuki tikungan dengan gigi pertama.

Selain itu, ketiadaan posisi netral di antara gigi pertama dan kedua membuat perpindahan antara kedua gigi ini menjadi lebih cepat, halus, dan konsisten dibandingkan dengan konfigurasi transmisi tradisional.

Rantai yang digunakan adalah DID ERV7, sama seperti yang dipakai oleh tim Superbike Factory, dimana pada Superleggera V4 Centenario bekerja pada sproket Ergal. Pilihan ini memungkinkan pengurangan bobot sebesar 0,69 kg dibandingkan dengan komponen Panigale V4 S.

Keindahan yang Dirancang oleh Angin

Pada Superleggera V4 Centenario, estetika dan aerodinamika menyatu menjadi satu kesatuan. Sayap dan Corner Sidepods yang sangat efisien, dirancang untuk menghasilkan gaya tekan ke bawah (downforce) pada sudut miring tinggi, diturunkan langsung dari Panigale V4 R Superbike.

Diperkenalkan oleh Ducati di MotoGP pada 2021, solusi Corner Sidepods menciptakan efek โ€œground effectโ€ di tengah tikungan, memastikan tingkat cengkeraman ban lebih tinggi sehingga memungkinkan kecepatan lebih tinggi dan waktu lap yang lebih singkat.

Bodi penutup rangka dan mesin (fairing) Superleggera V4 Centenario terbuat sepenuhnya dari serat karbon, sebagian dibiarkan terbuka untuk menonjolkan kemurnian material.

Tentu saja, untuk meminimalkan bobot, Superleggera dilengkapi dengan banyak komponen serat karbon lainnya: spakbor, penutup tangki, saluran radiator, penutup sproket, pelindung tumit, pelindung percikan stir, dasar jok, saluran udara masuk, dudukan plat nomor, dan penutup silinder belakang.

Tutup radiator, pelat pijakan kaki, tutup tangki bahan bakar aksesori, dan tentu saja pelat stir atas dan bawah terbuat dari aluminium billet.

Tutup radiator semakin istimewa berkat nomor model yang diukir dengan laser (XXX/500). Nomor yang sama juga muncul di animasi dashboard khusus dan pada sisipan titanium kunci kontak, mengingatkan Anda akan tingkat kecanggihan seri terbatas setiap kali melihatnya.

Corak GP26 Rosso Centenario didasarkan pada kombinasi garis putih ikonik Ducati dan merah Rosso Centenario baru yang doff.

Merah tua ini memiliki akar sejarahnya: dari merah pada Ducati 60 tahun 1949, motor utuh pertama yang menandai masuknya Ducati di antara produsen motor, hingga Gran Sport โ€˜Mariannaโ€™ 1955, Ducati pertama yang dirancang untuk balap, ditandatangani oleh insinyur Fabio Taglioni. Corak GP26 pada Superleggera V4 Centenario inilah yang menginspirasi corak motor Desmosedici resmi tim Lenovo.

Elektronik yang Berasal dari Teknologi MotoGP

Sistem elektronik pada Superleggera V4 Centenario mewakili puncak keunggulan dari seluruh motor yang diizinkan untuk jalan raya.

Paket kontrolnya diambil dari Panigale V4 R, kemudian dikalibrasi ulang dan diperkaya dengan strategi DVO generasi terbaru. Tujuannya adalah memberikan kontrol yang lebih baik dan memungkinkan bahkan pengendara non-profesional untuk merasakan teknik berkendara ala pembalap MotoGP.

Ducati Traction Control (DTC) DVO, Wheelie Control (DWC) DVO, Slide Control (DSC), dan Ducati Power Launch (DPL) DVO menawarkan pengelolaan yang lebih presisi berkat algoritma baru.

Cornering ABS kini mencakup, selain strategi RaceBrake Control dan Road eCBS, Engine Brake Control DVO yang baru, yang memperkenalkan fungsi Dynamic Engine Brake (DEB).

DEB secara otomatis menyesuaikan kontribusi engine brake dengan juga menggunakan rem belakang, menyesuaikannya untuk memaksimalkan daya cengkeram yang tersedia berdasarkan beban pada roda belakang.

Selain itu, DEB meningkatkan performa pengereman saat memasuki tikungan dengan mengaktifkan rem belakang meskipun rem depan dilepas, sama seperti yang dilakukan pengendara profesional.

Hal ini memungkinkan pengendara yang kurang berpengalaman untuk mengambil garis tikungan yang lebih ketat, sehingga meningkatkan kepercayaan diri saat berkendara.

Kotak Kolektor dari Superleggera V4 Centenario

Superleggera V4 Centenario diserahkan dalam kotak kayu eksklusif yang dibuat khusus.

Setiap motor dilengkapi dengan sertifikat keaslian yang disimpan dalam kotak khusus, penutup motor khusus, serta alas dan stand paddock depan dan belakang, yang dirancang untuk meningkatkan kesannya.

Perlengkapan khusus, yang mencakup paket balap untuk penggunaan di sirkuit, semakin menegaskan keunikan Superleggera V4 Centenario.

Setiap model dilengkapi dengan knalpot balap Akrapoviฤ dengan perangkat lunak DAVC Race Pro, serta penutup bodi bawah khusus, penutup kopling terbuka, dan pelindung swingarm serta penutup alternator, semuanya terbuat dari serat karbon.

Kotak ini juga berisi paket untuk melepas lampu depan, penyangga samping, dudukan plat nomor, dan lampu sein untuk melengkapi konfigurasi sirkuit, tutup bensin balap dari aluminium yang dibuat dari satu blok, pelindung tuas rem, alat pemelihara daya baterai, serta jok balap dari neoprene.

Keunikan Superleggera V4 Centenario semakin diperkuat oleh kesempatan, yang tersedia secara eksklusif bagi para pemiliknya, untuk melengkapi penampilan mereka dengan helm edisi terbatas, jaket kulit, dan setelan, yang menampilkan skema warna yang menggemakan corak GP26 Rosso Centenario. (***)

Jurnalis: Koesbiantoro
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: ruadynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom