RUZKA INDONESIA; JAKARTA โ Di tengah hiruk-pikuk Ramadan, sosok ibu kerapkali menjelma menjadi “Menteri Keuangan” keluarga yang sesungguhnya. Dari mengatur menu sahur, belanja kebutuhan pokok, menyiapkan uang baru untuk Lebaran, hingga memastikan kebutuhan anak-anak tetap terpenuhiโsemuanya berpusat di tangan seorang ibu.
Namun, tanpa perencanaan matang, anggaran rumah tangga bisa dengan mudah jebol akibat kenaikan harga dan kebutuhan musiman. Sebuah studi dari Sun Life, Womenโs Wealth in Focus: When Care Comes First, mengungkap bahwa setengah dari perempuan Indonesia mengelola anggaran rumah tangga sehari-hari sendirian.
Ironisnya, hanya sebagian kecil dari mereka yang merasa siap menghadapi risiko finansial mendadak. Lantas, bagaimana cara menjadi “Menteri Keuangan” yang cerdas dan tangguh?
Lima Strategi Jitu Atur Keuangan Keluarga di Bulan Suci
Pakar perencanaan keuangan menyarankan beberapa langkah konkret yang bisa diterapkan para ibu agar keuangan keluarga tetap sehat dan berkah:
- Pisahkan Gaji Bulanan dan Dana Khusus Ramadan
Gunakan gaji bulanan untuk operasional rutin, dan khususkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pengeluaran ekstra Idulfitri. Memisahkan pos ini mencegah pencampuran anggaran dan menjaga stabilitas keuangan setelah Lebaran. - Siapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi masa depan anak. Pastikan tabungan pendidikan mereka terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin menimpa orang tua. Semakin dini direncanakan, beban di masa depan akan lebih ringan. - Ajarkan Literasi Keuangan melalui Angpao
Momen Lebaran bisa menjadi sekolah keuangan pertama bagi si kecil. Latih mereka membagi uang angpao ke dalam tiga wadah: “Tabung”, “Jajan”, dan “Berbagi”. Ini akan membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak sejak dini. - Lindungi Diri sebagai Pilar Keluarga
Kesehatan ibu adalah aset terbesar keluarga. Memiliki asuransi kesehatan, khususnya yang berbasis syariah, dapat memastikan stabilitas ekonomi keluarga tetap terjaga saat ibu sakit. - Lengkapi Ikhtiar dengan Perlindungan yang Amanah
Dalam nilai-nilai Islam, melindungi keluarga adalah bagian dari ikhtiar. Usaha yang baik akan lebih sempurna jika selaras dengan nilai yang kita pegang, termasuk dalam memilih perlindungan finansial yang sesuai prinsip syariah.
Kata Praktisi: Ikhtiar tidak Pernah Sendiri
Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia, Maika Randini, menyatakan bahwa ikhtiar finansial yang baik adalah fondasi keluarga yang tenang.
“Sebagai langkah nyata dalam berikhtiar secara finansial, Sun Life Syariah hadir sebagai teman seperjalanan keluarga. Melalui prinsip tolong-menolong (tabarru’), peserta saling membantu menghadapi risiko kehidupan secara transparan dan sesuai prinsip syariah. Karena tujuan THR bukan hanya membuat Lebaran terasa meriah, tetapi membantu keluarga tetap tenang setelahnya,” ujar Maika dalam siaran pers, Sabtu (14/3/2026).
Dengan menerapkan strategi ini, Ramadan tidak hanya menjadi bulan penuh ibadah, tetapi juga momentum untuk menata niat dan masa depan keluarga dengan lebih baik. Sebab, ikhtiar yang direncanakan dengan matang akan membawa keberkahan yang berlipat.
(Siaran Pers Sun Life Indonesia)
Editor: Endro Yuwanto


Komentar