RUZKA INDONESIA — Memiliki profil wajah yang proporsional, terutama bentuk hidung yang ideal, kini bukan lagi sekadar impian yang harus ditebus dengan meja operasi.
Selama ini, biaya besar, risiko bedah invasif, hingga masa pemulihan (downtime) yang panjang sering kali menjadi tembok penghalang bagi banyak orang untuk melakukan rhinoplasty.
Kini hadir solusi jalan tengah yang kian digandrungi, Nose Threadlift atau tanam benang hidung. Dari sekian banyak metode, teknik Double Fix Pyramid Threadlift muncul sebagai primadona baru karena kemampuannya memberikan hasil yang stabil, kokoh, namun tetap terlihat alami.
Berbeda dengan teknik tanam benang konvensional, Double Fix Pyramid Threadlift dirancang khusus untuk memberikan “fondasi” yang lebih kuat di struktur hidung.
Hal ini diungkapkan dr. Rudy Adiputra, MARS, M.Biomed (AAM), M.H., dokter estetika dari Insta Beauty Center sekaligus Global Advisory Board Double Fix Pyramid.
“Teknik Double Fix Pyramid memberikan pendekatan non-bedah untuk memperbaiki kontur hidung secara lebih stabil dan terdefinisi tanpa mengubah wajah secara drastis,” ungkap dr. Rudy, Jumat (13/03/2026).
Dijelaskan dr. Rudi, jika filler bekerja dengan mengisi volume menggunakan gel, tanam benang menggunakan dua mekanisme cerdas untuk mentransformasi bentuk hidung, benang fisik memberikan penopang langsung untuk meninggikan batang dan mengangkat ujung hidung (tip) dan benang memicu tubuh memproduksi kolagen alami di sekitar jaringan.
“Inilah yang menjaga bentuk hidung tetap ideal bahkan setelah benang perlahan terserap oleh tubuh,” jelasnya.
Lanjut dr. Rudi, teknik ini menawarkan keunggulan spesifik seperti peninggian batang hidung yang presisi, pengangkatan ujung hidung yang jatuh, serta stabilitas ganda agar hasil tidak mudah bergeser.
“Menariknya, pasien dapat memilih jenis material benang sesuai dengan kebutuhan ketahanan mereka,” terangnya.
Salah satu alasan mengapa prosedur ini sangat diminati adalah efisiensi waktunya. Tindakan hanya memakan waktu sekitar 20 hingga 40 menit dengan menggunakan anestesi lokal.
“Pasien biasanya hanya merasakan sensasi tarikan kecil. Setelah tindakan, mereka bisa langsung kembali beraktivitas normal. Jika ada bengkak atau memar ringan, biasanya akan hilang dalam hitungan hari,” ungkap dr. Rudy.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan dalam memilih tempat perawatan. Keberhasilan dan keamanan prosedur sangat bergantung pada keahlian serta teknik dokter yang menangani.
“Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan klinik terpercaya untuk mendapatkan hasil yang optimal dan aman,” pungkas dr. Rudi. (***)
Jurnalis: Dwi Retno Sari
Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com


Komentar