Nasional
Beranda ยป Berita ยป Tokoh Muda Aceh: Sejarah Nusantara Abaikan Peran Aceh Gayo

Tokoh Muda Aceh: Sejarah Nusantara Abaikan Peran Aceh Gayo

Flayer Aceh Gayo, Simpul Sejarah Nusantara. (Foto: Dok RUZKA INDONESIA)

RUZKA IINDONESIA — Tokoh muda Aceh, Zam Zam Mubarak, menilai terdapat persoalan serius dalam cara bangsa Indonesia membaca dan menuliskan sejarahnya sendiri.

Menurutnya, historiografi Nusantara selama ini terlalu berpusat pada wilayah pesisir, kerajaan besar, dan pusat-pusat kekuasaan, sementara kawasan pedalaman yang justru menyimpan jejak peradaban awal kerap terpinggirkan.

Salah satu wilayah yang paling terdampak dari ketimpangan tersebut adalah Aceh Gayo.

โ€œAda masalah serius dalam cara bangsa ini membaca dirinya sendiri. Sejarah Nusantara terlalu lama ditulis dari sudut pandang pesisir dan pusat kekuasaan, sementara wilayah pedalaman dibiarkan menjadi catatan kaki. Aceh Gayo adalah korban paling nyata dari ketimpangan historiografi itu,โ€ ujar Zam Zam Mubarak dalam keterangan yang diterima, Senin (02/03/2026).

Zam Zam menjelaskan, sejak sekitar abad ke-10 Masehi, kawasan Gayo di sekitar Danau Laut Tawar telah menunjukkan ciri-ciri peradaban yang mapan.

Lebih dari Sekadar Harga Terjangkau: Nilai Tambah Perumahan Bersubsidi Bukit Pinus Banjaran

Keberadaan sistem sosial, kosmologi leluhur, teknologi agraris, hingga struktur kekuasaan lokal, menurutnya, menjadi bukti bahwa peradaban Gayo tidak mungkin lahir dari ruang kosong. Ia menegaskan, pelabelan Gayo sebagai wilayah pinggiran Aceh justru mengaburkan fakta sejarah.

โ€œMenempatkan Gayo sebagai โ€˜wilayah pinggiran Acehโ€™ bukan sekadar keliru, tetapi menutup fakta bahwa Gayo adalah salah satu simpul awal Nusantara,โ€ jelasnya.

Lebih lanjut, Zam Zam menyoroti hubungan historis antara Gayo dan wilayah yang kini dikenal sebagai Sumatera Utara, khususnya kawasan Danau Toba.

Ia menyebut kesamaan tradisi megalitik, simbol lingga, struktur marga, hingga orientasi kosmologis sebagai indikasi kuat adanya kesinambungan budaya. Menurutnya, fakta ini menunjukkan bahwa Nusantara tidak hanya dibangun melalui jalur laut, tetapi juga melalui jalur pegunungan.

โ€œKesamaan budaya itu bukan romantisme etnis, melainkan indikasi migrasi dan percampuran manusia lintas generasi,โ€ ungkap Zam Zam.

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Hanyut di Sungai Cikandang Pakenjeng Garut

Ia juga menyinggung hipotesis bahwa sebagian leluhur Batak memiliki akar kuat dari wilayah Gayo. Zam Zam menegaskan, gagasan tersebut bukan klaim politis, melainkan hipotesis historis yang didukung temuan arkeologis.

Namun, ia menyayangkan penolakan terhadap hipotesis ini kerap muncul bukan karena lemahnya data, melainkan karena berbenturan dengan narasi identitas yang sudah mapan.

โ€œDi titik ini, sejarah berhenti menjadi ilmu pengetahuan dan berubah menjadi wilayah sensitif yang tabu dipertanyakan,โ€ ucapnya.

Zam Zam menambahkan, frasa lama โ€œSebujur Acih Selintang Batakโ€ seharusnya dimaknai sebagai pernyataan geopolitik dan kebudayaan Nusantara awal.

Dalam pandangannya, Aceh dan Batak berada dalam satu bentang sejarah yang saling terhubung, dengan Gayo berdiri di tengah sebagai penghubung, bukan sebagai batas pemisah.

Gelar Bukber dengan Warga, Ketua Komisi B DPRD Depok, Hamzah: Ramadhan Momentum Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Menurut Zam Zam, pengabaian terhadap sejarah Gayo tidak hanya berdampak pada kajian akademik, tetapi juga memengaruhi cara negara membangun identitas kebangsaan.

โ€œKetika sejarah disederhanakan, bangsa kehilangan kemampuan memahami keberagamannya secara dewasa. Indonesia berdiri di atas narasi yang timpang, kuat di pusat, rapuh di akar,โ€ tegasnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa pengakuan terhadap peran Aceh Gayo dalam sejarah Nusantara bukan ancaman bagi identitas mana pun.

โ€œBangsa yang besar tidak takut mengoreksi sejarahnya sendiri. Aceh Gayo adalah fondasi sunyi Nusantara, dan sudah saatnya fondasi itu diangkat ke permukaan untuk melengkapi Indonesia secara utuh,โ€ pungkas Zam Zam Mubarak. (***)

Jurnalis/Editor: Rusdy Nurdiansyah
Email: rusdynurdiansyah69@gmail.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

01

Merasa Dibackingi, Disegel Tetap Beroperasi, Satpol PP Depok Akhirnya Tutup Paksa Koat Coffee

02

Sempat Terhenti, Pembongkaran Bangunan Jogging Track di Badan Air Situ 7 Muara Sawangan Depok Dilanjutkan

03

Lapor KDM, Diintimidasi Preman, Pembongkaran Bangunan di Atas Air Situ 7 Muara Depok Terhenti!

04

Berlaku Nasional, Polres Garut Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Gratis Contact Center 110

05

Suzuki Carry Minivan 2026, Irit dengan Kegagahan dan Kenyamanan

06

Depok akan Bangun Pabrik Pengelolaan Sampah RDF di TPA Cipayung

07

Warga Dukung Pembangunan Jogging Track Diatas Air Situ 7 Muara Depok, Benarkah Itu?

Sorotan






Kolom